-->

7 Tempat Wisata di Papua yang Wajib Dikunjungi

Jika Anda berpikir Indonesia tak lebih menarik dari negara-negara di Eropa sana, cobalah berkunjung ke tanah Papua. Pulau paling timur Indonesia ini memiliki segala keindahan alam yang tak habis Anda jelajahi. Daratan dan alam bawah lautnya menjadi surga tersendiri bagi para penggemar wisata alam. Tak hanya alamnya yang kaya, Papua juga menyimpan kearifan budaya lokal yang masih bertahan di zaman serba modern ini. Menjelajahi Papua tentunya akan menjadi sebuah pengalaman menarik yang bisa Anda ceritakan ke keluarga dan teman. Kunjungi Papua, jelalajahi kekayaan negeri sendiri. Jika masih bingung harus ke mana selama di sana nantinya, berikut rangkuman 7 tempat wisata di Papua yang wajib dikunjungi:

1. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman nasional dengan luas 1.453.500 hektar ini hampir 90% berupa perairan. Tak mengherankan jika Taman Nasioanal Teluk Cenderawasih menjadi kawasan konservasi laut terbesar dan terluas di Indonesia. Di sini, terdapat 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan yang bisa Anda saksikan di alam bawah lautnya. Tak jarang kura-kura, penyu, hiu dan lumba-lumba juga ikut menemani Anda saat menyelam. Taman Nasional Teluk Cenderawasih diresmikan pada tahun 1993 oleh Kementerian Kehutanan. Selain menikmati alam bawah lautnya, Anda juga bisa menjelajahi pulau-pulaunya. Pulau Mioswaar, salah satu pulau di tempat wisata di Papua ini, memiliki gua dengan sumber air panas dengan kandungan belerang yang layak Anda kunjungi. Selain Pulau Mioswaar, masih ada Pulau Yoop, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan pulau-pulau lainnya yang tak boleh Anda lewatkan.

2. Raja Ampat

Raja Ampat

Siapa tak mengenal Raja Ampat? Salah satu tempat wisata di Papua ini keindahannya menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Raja Ampat ini terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Raja Ampat memiliki biota laut yang beragam. Menurut laporan dari The Nature Conservancy, sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat. Selama menyelam, Anda akan ditemani sekitar 1.511 jenis ikan dan juga penyu laut. Mengasyikan, ya? Meskipun Anda bebas menyelam kapan saja sepanjang tahun di sini, namun waktu terbaiknya adalah pada bulan Oktober dan November. Pada bulan-bulan ini, cuaca sedang bagus dan air sangat jernih sehingga jarak pandang saat menyelam sangat ideal.
Jika tak ingin menyelam, Anda masih bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan melakukan trekking di pulau-pulaunya. Takut tersesat? Tenang. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di sini. Pemandu di tempat wisata ini adalah warga setempat yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan. Jangan lupa membawa buah pinang atau permen untuk diberikan pada warga setempat. Buah pinang dan permen dianggap sebagai tanda persahabatan dan akan membuat Anda lebih akrab dengan mereka. Di sini, ada banyak suvenir yang bisa Anda beli sebagai oleh-oleh mulai dari patung suku Asmat sampai alat musik dan kain tradisional.

3. Danau Sentani

Danau Sentani

Danau dengan luas 9.360 hektar ini merupakan danau terbesar di Papua. Terletak sekitar 50 km dari pusat kota Jayapura, Danau Sentani menawarkan keindahan luar biasa. Sedikitnya ada 21 pulau yang menghiasi danau dengan ketinggian 75 meter di atas permukaan laut ini. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini mulai dari berenang, memancing, menyantap kuliner di sekitar danau sampai menyewa perahu untuk berkeliling danau. Selain itu, ada 24 desa di sekitar tempat wisata ini yang bisa Anda kunjungi dan berinteraksi langsung dengan warganya. Pemandangan deretan rumah panggung dengan jaring ikan menjadi hal yang wajar Anda saksikan di sini. Yang menarik adalah adanya acara tahunan yaitu Festival Danau Sentani yang biasa diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni. Saat festival berlangsung, tempat wisata di Papua ini akan penuh disesaki wisatawan yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya setempat. Selain menikmati pertunjukan selama festival, Anda juga bisa memuaskan lidah dan perut dengan kuliner khas Papua yang banyak disajikan di sini.

4. Danau Paniai

Danau Paniai

Danau Paniai tak kalah menarik dari Danau Sentani. Danau ini bahkan disebut sebagai danau terindah pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada tanggal 30 November 2007 yang diikuti 157 negara. Danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat senja, pemandangan di tempat wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet tebing-tebing, burung-burung berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan setempat yang mulai merapat pulang.
Di sini, Anda bisa memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa dipanggil ‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan nila dan ikan mujair. Fasilitas yang disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos jaga, pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar danau. Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa menginap di rumah warga.

5. Lembah Baliem

Lembah Baliem

Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di sekitar Pegunungan Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas laut membuat suhu di tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Di sini, Anda bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan suku asli yang masih memakai koteka bagi pria dan rok rumbai bagi perempuannya.

6. Pantai Amai

Pantai Amai

Pantai Amai adalah tempat wisata yang tepat bagi Anda yang menginginkan ketenangan. Pantai ini memang relatif sepi, namun bukan berarti tak menarik. Di ujung pantai, ada muara sungai yang membuat air asin dan air tawar bertemu di sini. Air tawar ini biasa digunakan oleh wisatawan untuk membilas diri setelah berenang di pantainya. Selain berenang, Anda juga bisa bermain voli pantai, menyelam, snorkeling atau bersantai di gazebo yang bisa Anda sewa dengan harga 50.000 Rupiah. Jika ingin menginap, di Pantai Amai sudah tersedia penginapan dengan gaya rumah panggung. Pantai Amai berada di Distrik Depapre atau sekitar 2 jam perjalanan dari Jayapura. Perjalanan menuju pantai akan menguji adrenalin Anda karena medan yang naik turun dan berkelok, namun semuanya akan terbayar ketika sampai dan menyaksikan keindahan Pantai Amai. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan membayar sebesar 25.000 Rupiah yang sudah termasuk biaya parkir.

7. Pulau Rumberpon

Pulau Rumberpon

Pulau Rumberpon berada di Teluk Wondama atau 5 jam perjalanan dengan kapal dari Manokwari. Pulau ini memiliki pantai yang disebut dengan Pantai Pasir Panjang karena memang garis pantainya sangat panjang mencapai 6 km. Di tempat wisata ini, Anda bisa melakukan kegiatan andalan seperti menyelam, snorkeling, berenang dan memancing. Jika ingin pengalaman berbeda, cobalah mengunjungi hutan bakau yang ada di pesisir lain di pulau ini. Anda juga bisa ke padang alang-alang untuk melihat burung rusa di sini.

5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak pantai dan pulau, karena itulah indonesia memiliki lokasi selam yang sangat indah di dunia. Nah oleh karena itu kami akan 
memberikan informasi ni, 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia :


1. Taman Laut Bunaken – Sulawesi Utara 

Tempat Menyelam Paling Keren

Taman Laut Bunaken menjadi salah satu titik penyelaman internasional yang membuat banyak sekali ahli biologi laut, fotografer, dan penyelam di seluruh dunia jatuh cinta. Bahkan dalam Sail Bunaken 2009, dilaporkan ribuan penyelam mendatangi Bunaken untuk memecahkan rekor menyelam massal terbanyak sebesar 3.000 orang.
 
Ada lima pulau utama di Taman Laut ini yakni Bunaken, Manado Tua, Montehagen, Nain dan Siladen. Setiap pulau di sana memiliki ekosistem yang berbeda dan tentunya pengalaman menyelam yang berbeda pula. Ingin berkunjung ke sini?
 
2. Pulau Komodo – Nusa Tenggara Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru, pulau Komodo memiliki banyak hal yang patut dibanggakan dan populer selain satu-satunya habitat hewan purba Komodo di dunia.
 
Berkunjung ke pulau Komodo, kamu akan disambut oleh air yang hangat, suasana yang tenang, karang aneka warna yang bisa ditemukan di perairan dangkal, ratusan jenis ikan-ikan karang, pari, gurita cincin biru dan masih banyak lagi. Komodo memang menjadi pusat keanekaragaman laut di dunia. Bangga dong ya pastinya.
 
3. Pulau Kangean – Jawa Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Kepulauan Kangean adalah nama dari kepulauan yang terdiri dari banyak pulau-pulau yang membentang di bagian timur pulau Madura, Jawa Timur. Kangean memiliki luas 30 ribu hektar dan potensi wisata yang besar.
 
Di sini kamu bisa menemukan ragam terumbu karang dan ikan aneka warna yang bisa dilihat dari permukaan karena lautan yang berwarna biru super jernih, jauh dari polusi.
 
Meski dibandingkan tujuan wisata lain, potensi ekowisata di pulau Kangean memang belum sepenuhnya dikembangkan maksimal. Di sini kamu masih bisa menemukan hal-hal yang alami dan justru itulah yang menjadi daya tarik turis. Mau berkunjung?
 
4. Pulau Maratua – Kalimantan Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Maratua adalah sebuah pulau besar dengan laguna yang super luas. Hal yang terkenal di sini adalah dinding penyelaman yang spektakuler. Tidak heran jika Maratua menjadi ibukota penyu di Indonesia karena penangkaran penyu di Maratua sangat luar biasa dan kamu bisa merasakan sensasi menyelam bersama penyu.
 
Tak hanya itu, berbagai ukuran terumbu dan batuan karang bisa kamu temukan di Maratua serta pulau-pulau di sekitarnya yang tidak bisa ditemukan di lokasi menyelam populer lainnya di dunia. Namun yang paling menyenangkan menyelam di Maratua adalah arus bawah airnya yang ramah dan sangat jernih di dalam air sampai jauh dari permukaan. Disebutkan di sini masih bisa melihat jelas sampai 30 meter di bawah permukaan air laut.
 
5. Raja Ampat – Papua Barat

Tempat Menyelam Paling Keren

Raja Ampat terletak di ujung barang laut Semenanjung Kepala Burung di pulau Papua. Berbanggalah Indonesia, karena Raja Ampat menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia.
 
Sejauh ini Raja Ampat memiliki kekayaan hayati bawah air tertinggi yang pernah dicatat di dunia ini. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau-pulau kecil dengan empat pulau utama yakni Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo.

Namun bagi kamu penyelam pemula, Raja Ampat bukanlah tempat yang tepat karena memiliki arus bawah air yang kuat. Kerennya di beberapa kawasan di Raja Ampat ada tempat penangkaran ikan, budidaya hiu, pari ataupun penyu. Raja Ampat memiliki pemandangan indah luar biasa baik dilihat dari udara ataupun di bawah air.

Nah, itulah 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia. semoga menambah wawasan anda.

20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia bagian 2

Indonesia memiliki banyak tempat yang terletak di ketinggian dan mempunyai keindahan yang sangat sayang apabila dilewatkan. 


Dan berikut ini 20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia bagian kedua yang layak didatangi, baik gunung maupun non gunung. Dijamin tidak akan menyesal walau setelahnya lelah mendera.


8. Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung yang terletak di Jawa Tengah ini memiliki ketinggian 3.142 mdpl. Untuk menuju puncak Merbabu kamu bisa melalui 4 jalur yaitu Thekelan, Cuntel, Wekas dan Selo.
Pendakian gunung Merbabu akan memanjakan matamu. Jika kamu memilih jalur pendakian lewat Selo kamu bisa menemui padang savana yang mirip bukit di film Teletubies.

9. Gunung Merapi, Jawa Tengah

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung berapi teraktif di dunia ini menawarkan keindahan yang unik saat didaki. Terutama setelah meletus pada tahun 2010 lalu.Sepanjang perjalanan kamu akan merasa seperti dibawa ke dunia lain, dunia yang berselimut pasir dan kering. Tapi ketenangan di camp Pasar Bubrah dan serunya perjuangan melawan pasir dan kerikil menuju puncak Merapi pasti tidak akan bisa terlupakan.
10. Gunung Ungaran, Jawa Tengah

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung Ungaran kerap dikenal sebagai Gunung untuk pemula karena ketinggiannya yang tidak begitu ekstrim, hanya sekitar 2050 mdpl.Mendaki Gunung Ungaran kamu akan dimanjakan dengan suasana hijau perkebunan teh dan dinginnya udara.

Jalur pendakian akan dimulai dengan jalan landai, namun berubah menjadi cukup menantang setelah trek kebun teh.Dibutuhkan kurang lebih 4 jam untuk sampai ke puncak. Sebagai hadiah, kamu bisa melihat sunrise indah dari Tugu Banteng.
 
 
11. Kawah Ijen, Banyuwangi Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Kawah Gunung Ijen, di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur sangat cocok didatangi bagi kamu para pecinta alam. Jalan kaki yang harus ditempuh pengunjung berjarak tiga kilometer dari pos akhir Paltuding melalui jalan setapak yang berpasir. Tapi pemandangan yang menanti sangatlah indah.  
 
Menariknya, Gunung Ijen pernah menghasilkan lava yang berwarna kebiruan. Ini disebabkan oleh tingginya kadar sulfur yang dihasilkan oleh kawah yang masih aktif ini. 

12. Bukit Penanjakan Bromo, Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Lewat bukit Pananjakan kamu bisa melihat pemandangan Gunung Bromo. Tinggi bukit ini 2.770 mdpl, lebih tinggi dari Gunung Bromo yaitu 2.329 mdpl.Menuju Pananjakan, kita harus melewati gurun pasir yang menguji kemampuan kaki. 

Untuk mendaki bukit Pananjakan kamu memerlukan waktu sekitar 2,5 jam dari basecamp pendakian Cemorolawang. Saat cuaca bersahabat, kita bisa mendapatkan pemandangan Matahari terbit yang sangat cantik.

13. Bukit Kars Kepulauan Wayag, Raja Ampat 

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Siapa sih yang nggak kenal dengan keindahan dan eksotisme Raja Ampat? Gambar-gambar indahnya raja Ampat sudah sangat sering mampir di mata kita.Bukit Wayag, adalah bukit karst yang layak kamu daki untuk mendapatkan pemandangan indah ini. 

Pendakian bukit karst yang menantang hanya akan memakan waktu 15 - 20 menit, tapi medan karst yang licin bisa menyulitkanmu. Namun percayalah, pemandangan seindah ini akan membuatmu lupa akan rasa lelah di kaki dan lengan.

Nah, itulah 20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia bagian kedua, tertarik berkunjung kesana?

Pulau Misool Impian Wisata Surga Tropis di Raja Ampat

Misool ibarat kapling surga kecil dengan keindahan pantai dan taman laut yang menakjubkan. Membentang sederetan pulau batu karang di bagian barat dan timurnya, Misool merupakan satu dari empat pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Misool berbatasan langsung dengan Laut Seram dan  perairan laut lepas yang menjadi jalur lintas hewan besar termasuk paus. Anda dapat menikmati segala keindahan di Pulau Misool tanpa harus membaginya dengan banyak orang. Nyatanya memang pulau-pulau yang tersebar itu sebagian besar tak berpenghuni.

Keberadaan surga bawah laut di Misool sudah dapat diidentifikasi bahkan sebelum Anda mencebur ke beningnya air laut yang berwarna turquoise amat menyejukkan mata. Panorama menawan pulau terpencil yang nyaris tak terjamah ini meliputi hamparan laut lepas yang luas dan amat bening, pasir putihnya terhampar sepanjang pesisir pantai dan dikelilingi pepohonan hutan tropis dan mangrove yang hijau permai. Pemandangan menyegarkan ini jelas akan menawan hati siapa pun yang melihatnya apalagi dengan apa yang disembunyikan di bawah perairan lautnya. 

Seperti telah diketahui bahwa Kepulauan Raja Ampat termasuk daerah segitiga karang dunia dimana taman bawah lautnya menyimpan sekira 75% jenis ikan hias dan segitiga karang yang ada di dunia. Terdapat sejumlah titik penyelaman yang menawarkan pengalaman spektakuler menjelajahi surga bawah laut yang paling kaya di dunia ini. Beragam jenis ikan, terumbu karang, hiu, penyu, pari, dan biota laut lainnya menghuni surga bawah laut Pulau Misool. Oleh karenanya, snorkeling, diving, berenang, berjemur atau sekedar bersantai di tepi pantainya yang sepi akan memberi kesan ekslusif dan menjadi sebuah pengalaman berlibur penuh kesan.

Bukan hanya kekayaan dan keindahan alam, Pulau Misool juga memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat dari masyarakat lokalnya. Peninggalan sejarah berupa lukisan di dinding-dinding gua juga dapat ditemukan di kawasan ini.

Pesona Senja dan Lukisan Prasejarah di Tebing Karang Teluk Triton

Lautan teduh dipadu langit berwarna jingga terpendar dari Matahari, gumpalan awan di sekitarnya turut bersolek dihiasi warna kekuningan. Senja yang begitu sempurna di tengah garis cakrwala Teluk Triton, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.

Teluk Triton merupakan surga yang cantik untuk melihat kemegahan Mentari terbenam meninggalkan Kaimana dengan segenap kesibukannya. Jauh lebih indah daripada itu, terdapat sekira 959 jenis ikan dan 471 jenis karang yang hidup di dalam bawah laut Teluk Triton.

Pergilah ke kawasan pegunungan di Maimai untuk melihat budaya yang tak kalah menarik. Gambar-gambar kuno dari zaman prasejarah merupakan suatu harta yang tak ternilai di sini. Di dinding tebing karang sepanjang 1 kilometer terdapat lukisan kuno berupa telapak tangan, tengkorak dan binatang. Uniknya, semua itu sulit dijangkau dengan tangan telanjang karena terletak di langit-langit tebing. Bentuk lukisan yang dibuat dari bahan pewarnaa alami itu pun masih tampak jelas hingga sekarang.

Lukisan kuno dan senja spektakuler merupakan secuil pengalaman menarik di Teluk Triton. Perjalanan Anda masih ditantang hingga ke Kampung Lobo. Temukanlah atraksi mamalia paus bryde yang sedang menari-nari di tengah lautan, sesekali menyemburkan air ke udara dari lubang punggungnya. Paus yang tergolong mungil ini merasakan kehangatan perairan tropis Triton yang menenangkan.

Paus-paus di sini hidup harmonis dengan masyarakat Teluk Triton. Nelayan tidak memburunya, melainkan menganggapnya sebagai penyelamat bahkan keluarga. Tidak heran jika mamalia sepanjang 12 meter ini tak segan menampakkan diri dan bermain-main di sekitar perahu para nelayan.

Masih di Kampung Lobo, Anda juga bisa menyaksikan jejak peninggalan Hindia Belanda berupa benteng Fort du Bus yang dibangun pada 1828. Berdirinya benteng menandai kelahiran koloni Hindia Belanda di tanah Papua. Ketika itu, Hindia Belanda bersedia mengangkat tiga penduduk pribumi untuk mengepalai tiga daerah, mereka adalah Raja Namatota, Raja Lokajihia yaitu Kasa, dan Lutu (orang terpandang di Lobo, Mewara dan Sendawan).

Teluk Triton terkenal dengan jenis karang lunaknya atau yang disebut soft coral sehingga penggemar diving dan snorkeling wajib menjajalnya. Titik menyelamnya antara lain di sekitar Temintoi dan Selat Iris. Banyaknya jenis ikan di sini juga sangat cocok sebagai arena memancing. Sempatkanlah menjelajah Pulau Umbrom yang terkenal dengan pasir putihnya, maupun Pulau Kelelawar yang menjadi tempat tinggal ribuan hewan nokturnal tersebut.

Puas menyelam dan menelusuri eloknya pantai-pantai di Teluk Trinton, jangan lewatkan senja yang tak terlupakan. Matahari terbenam di sini sangat dramatis jika cuaca sedang bersahabat.

Teluk Triton di Kaimana Surga tersembunyi Papua Barat


Surga tersembunyi di Papua Barat selain Raja Ampat, ada lagi yaitu Kaimana. Wisata bawah laut nya bisa anda temui di Teluk Triton, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pemandangan bawah laut di Teluk Triton ini tak kalah cantik dengan Raja Ampat yang juga sama sama berada di Papua Barat. Teluk Triton Kaimana ini juga sudah menjadi tempat wisata dengan standar Internasional. Sudah banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sini untuk menikmati keindahan bawah lautnya.
Walaupun berada di ujung timur Kepulauan Indonesia, yang notabene tidak banyak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, ternyata Papua Barat mempunyai potensi wisata yang jauh lebih indah daripada tempat wisata yang ada di Indonesia Barat. Terutama untuk wisata alam dan bawah lautnya yang tak bisa diragukan lagi keindahannya. Karena memang pada dasarnya kawasan Indonesia bagian timur ini belum banyak terjamah oleh orang orang. Suasana seperti ini memang yang banyak dicari oleh mereka yang butuh refreshing dan ingin menenangkan diri dari bisingnya perkotaan.

Objek Wisata di Biak yang Menawan

Beberapa obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Biak, antara lain Pantai Korem, pantai ini cukup indah karena teluknya melengkung sekitar satu kilometer di areal pasir delta. Jarak tempuh untuk mencapai pantai ini sekitar 32 kilomenter dari Kota Biak dengan menggunakan kendaraan darat.

Selain itu juga ada taman wisata alam di Kepulauan Padaido dengan luas 137 kilometer persegi dan sebagai taman wisata ini belum banyak terjamah turis untuk menikmati indahnya wisata alam bawah laut. Di objek wisata tersebut selain keindahan aneka ragam terumbu karang juga terdapat ikan hias. Jadi para wisatawan, khususnya yang memiliki penghobi menyelam akan merasakan petapa indahnya gugusan terumbu karang, karena bisa bermain-main dengan ikan hias serta menikmati relief gua laut tersebut.

Setelah wisatawan menikmati wisata Kepulauan Padaido, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bosnik atau Pantai Segara Indah. Pantai ini terletak di Distrik Biak Timur, dapat dicapai menggunakan berbagai jenis kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dari Kota Biak. Pantai Asaibori, pantai ini cocok digunakan untuk rekreasi pantai seperti berenang, snorkeling serta berjemur sinar matahari, karena pantainya berpasir putih bersih dan didukung oleh garis pantai yang panjang.

Bahkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai yang selama ini belum banyak terjamah, antara lain Pantai Inpendi, terletak di Desa Adoki, Distrik Yendidori dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Biak dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Pantai Wari, terletak di Kampung Bosnabraidi Distrik Biak Utara, yang dapat ditempuh sekitar satu setengah jam dari Kota Biak. Begitu juga Pantai Sansundi, pantai ini memiliki letak yang strategis di Desa Sansundi dan merupakan pantai pertama yang dijumpai saat wisatawan memasuki Kabupaten Biak dari arah Kabupaten Supiori.

Keindahan Taman Nasional Lorentz Papua

Letak Taman Nasional Lorentz yang membentang dari puncak Gunung Jayawijaya (5.030m dpl) yang diselimuti salju, hingga perairan pesisir pantai dengan hutan bakau, membuat kawasan ini memiliki perwakilan ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik.
Sebagian besar dari kawasan ini merupakan hutan perawan yang memiliki beragam rupa keindahan alam. Mulai dari hutan bakau dan nipah yang berada di kawasan pantai, hingga hutan perawan di zona ekosistem sub-alpin dan alpin.
Hutan bakau dan nipah, yang terletak di sisi selatan Taman Nasional Lorentz memiliki akar-akar bakau yang tersusun rapi di atas permukaan laut. Akar-akar ini, seakan menjadi hiasan tepi pantai yang mengelilingi Taman Nasional Lorentz.
Sementara itu, bagian barat, timur, dan utara, dipenuhi dengan pepohonan rimbun, yang diselingi dengan sungai-sungai, baik besar maupun kecil. Aliran sungai ini, selain mampu menghiasi tepian gunung, juga membentuk air terjun di beberapa titik di kawasan taman nasional ini. Sebagian dari sungai-sungai ini, mengalir memasuki bumi Papua, dan membentuk sungai bawah tanah.

Keragaman flora di kawasan ini, diikuti dengan keragaman fauna juga. Dipaparkan, di kawasan ini terdapat sekitar 42 spesies mamalia, yang sebagian besar merupakan hewan langka, dan dua di antaranya merupakan spesies baru.
Mamalia yang ada di kawasan ini antara lain, kangguru pohon, landak irian, tikus air, walabi coklat, dan kuskus totol. Selain itu, kawasan ini juga dihuni oleh sekitar 45 jenis burung, salah satu yang paling terkenal dan langka adalah cendrawasih. Sementara itu, diperkirakan terdapat lebih dari 1.000 spesies ikan, di antaranya adalah ikan kaloso atau yang populer dengan nama ikan arwana.
Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, keunikan lain dari Taman Nasional Lorentz adalah keberadaan gletser di puncak Gunung Jayawijaya. Di Indonesia, gletser seperti ini hanya terdapat di Taman Nasional Lorentz. Di sekitar kawasan gunung Jayawijaya ini pula, terdapat tiga buah danau besar, yakni Danau Larson, Danau Dyscovery, dan Danau Hoguyugu.

Wisatawan yang mengunjungi kawasan taman nasional ini, tidak hanya dapat menikmati keindahan alam saja, namun juga dapat menikmati wisata budaya. Kawasan ini, juga merupakan tempat bermukim suku Nduga, suku Dani Barat, suku Asmat, suku Sempan, dan suku Amungme. Kebudayaan masyarakat yang bermukim di kawasan ini telah ada sejak sekitar 30.000 tahun yang lalu.
Untuk mencapai Taman Nasional Lorentz, pengunjung dapat menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Selain itu, dengan menggunakan pesawat perintis, pengunjung juga dapat terbang ke bagian selatan, tepatnya ke Kabupaten Merauke. Dari kabupaten ini, pengunjung dapat menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dan dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.

Harga tiket masih dalam konfirmasi. Namun, bagi pengunjung yang hendak mengujungi Taman Nasional Lorentz, dapat menghubungi terlebih dulu Balai Taman Nasional Lorentz, untuk konfirmasi cara mengunjungi kawasan taman nasional ini. Balai Taman Nasional Lorentz terletak di Jl. Raya Abepura, Kotaraja, PO BOX 1217, Jayapura, Papua Barat (telp: 0967-581596).
Di Taman Nasional Lorentz belum tersedia berbagai akomodasi dan fasilitas yang menunjang. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini disarankan untuk membawa peralatan berkemah yang memadai. Selain itu, pengunjung juga disarankan untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh alam untuk beristirahat, seperti gua, dataran rendah, danau, dan sebagainya.

Objek Wisata Danau Sentani Jayapura Papua

Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 ha dan berada pada ketinggian 75 mdpl adalah salah satu danau terbesar di Papua. Danau ini merupakan dari Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 ha. Suplai air bagi danau seluas ribuan hektar ini berasal dari air hujan serta 32 sumber mata air yang mengalir dari pegunungan, namun sekitar 13 mata air yang ada telah mengering akibat penebangan, pembukaan lahan bagi pemukiman penduduk, serta kemarau panjang.

Kedalaman danau ini sekarang adalah 160 m dan akan terus berkurang akibat adanya sedimentasi pasir, batu, kayu, plastik, botol plastik, kaleng, sampah kota, serta besi bekas yang bisa mencapai 90 ton/tahun. Kenyataan ini tentu saja memprihatinkan. Sebab, selain menjadi salah satu objek wisata andalan Provinsi Papua, Danau Sentani juga menjadi tumpuan hidup masyarakat asli di sekitar danau. Sudah sejak lama masyarakat memanfaatkan kekayaan biota danau, seperti ikan dan udang air tawar yang merekaa jual ke pasar.



Anda yang mengunjungi danau ini dapat menyaksikan hamparan air yang luas dengan pulau-pulau yang membentuk susunan bukit-bukit menghijau di tengah danau. Danau Sentani memiliki kekayaan biota danau yang cukup melimpah.

Kawasan Wisata Danau Sentani merupakan habitat alamiah bagi beberapa ikan air tawar, sepeerti anus sp, nesilurus novaeguineae, chilathenina sentaniensis, glossolepis incisus, dan glossogobius koragensis, hiu gergaji (pristis microdon) atau hiu sentani. Untuk melihat keragaman jenis ikan tersebut, Anda dapat melakukan penyelaman. Di samping menyelam, wisatawan dapat pula berenang, bersampan, memancing, maupun bermain ski air.

Selain ikan-ikan yang hidup alami, di danau ini juga dibudidayakan beberapa komoditas ikan, seperti mujair, nila, dan mas. Ikan-ikan tersebut dibudidayakan di dalam keramba yang di bangun di tepian danau. Jenis ikan lainnya yang cukup terkenal karena rasanya yang manis dan lezat adalah ikan gabus Sentani. Sayangnya, keberadaan ikan gabus asli Danau Sentani saat ini menyusut tajam dan makin langka akibat pembudidaya ikan gabus toraja yang memakan telur-telur ikan gabus Danau Sentani.

Selain menyaksikan berbagai jenis ikan, Anda dapat pula melihat penduduk lokal yang melakukan aktivitas sehari-hari, semisal membuat lukisan dengan bahan dasar kulit kayu, memahat ukiran-ukiran kayu, menanam sayuran ditengah danau, serta kebiasaan menyelam sambil merokok. Kebiasaan merokok ini sudah muncul sejak lama. Masyarakat lokal yang mencari ikan dengan cara menombak di dalam air mencoba mengalahkan dinginnya air danau dengan cara merokok. Tidak seperti merokok pada umumnya, untuk keperluan penyelaman, rokok yang telah menyala dimasukan kedalam mulut dengan posisi terbalik (bagian depan yang menyala dimasukan kedalam mulut). Dengan cara ini, hawa panas dari bara api tembakau dapat membantu menyelam untuk menghangatkan tubuh. Karena terlindungi di dalam mulut, setelah naik ke permukaan rokok tetap dapat dihisap kembali seperti biasa.

Hal menarik lainnya yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang mengunjungi Objek Wisata Danau Sentani adalah festival Danau Sentani. Festival ini di laksanakan pada pertengahan bulan juni dengan menampilkan atraksi budaya dari kampung-kampung (ondoafi) di sekitar Danau Sentani. Pada hari pertama, misalnya, Anda dapat menyaksikan ribuan penari yang menampilkan tarian di atas perahu. Tentu saja, banyaknya penari dan perahu mebuat festival ini kelihatan meriah. Pada hari kedua, Anda dapat menyaksikan tarian perang yang juga diperagakan di atas perahu dengan jumlah penari sekitar 600-an orang. Festival ini kemudian ditutup pada hari ketiga dengan parade budaya di atas perahu dan di darat (di pinggiran Danau Sentani). Upacara penutupan festival juga dilaksanakan dengan melakukan upacara sakral, seperti penobatan ondoafi dan ritual adat lainnya.

Tidak jauh dari Danau Sentani, Anda juga dapat mengenang peninggalan Perang Dunia II di Tugu Jendral Douglas Mc Arthur. Mc Arthur adalah salah satu pimpinan tentara sekutu pertama yang mendarat di Papua. Untuk mengenang kedatangan pasukan tersebut, masyarakat membangun Tugu Mc Arthur.




Secara administratif, Objek Wisata Danau Sentani Jayapura masuk dalam wilayah kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia. Dari Bandara Sentani di Jayapura, Anda dapat menumpangi angkutan umum jalur Abepura-Sentani dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Di tepian Danau Sentani, Anda dapat menyewa perahu milik penduduk setempat untuk mengelilingi danau atau bertolak menuju pulau-pulau di tengah danau. Salah satu pulau yang terkenal adalah Pulau Ayapo yang memiliki perngrajin-pengrajin handal yang melukis baju-baju dari kulit dengan motif khas.

Setelah puas mengelilingi danau, Anda dapat beristirahat sekaligus menikmati makanan dengan menu utama ikan dan udang air tawar yang lezat yang di tawarkan oleh restoran-restoran di tepi danau. Menu yang sulit di lupakan oleh pelancong yang pernah ke Danau Sentani adalah ikan gabus kuah asam yang menyajikan rasa manis lezat ikan gabus dengan kuah asam yang nikmat. Restoran ini umumnya berbentuk rumah panggung dengan pemandangan langsung ke arah danau.

Jika Anda ingin menginap, Anda dapat memilih salah satu penginapan yang terdapat di sekitar danau maupun Jayapura yang telah di lengkapi fasilitas, seperti bank, sarana telekomunikasi, serta transportasi yang cukup memadai.

Tempat Wisata Teluk Cendrawasih


Jika anda sudah bosan dengan tempat wisata di pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Lombok, cobalah mengunjungi Papua, propinsi di pulau ujung timur Indonesia yang dulunya bernama Irian Jaya. Di Papua, anda bisa mencoba sensasi luar biasa pesona alam di Taman Nasional Teluk Cendrawasih yg lazim dikenal dengan Teluk Cendrawasih saja.
Teluk Cendrawasih mewakili ekosistem pantai, hutan mangrove, terumbu karang, dan hutan tropika di pulau Papua/Irian Jaya. Teluk Cendrawasih sendiri merupakan taman nasional terluas di Indonesia dengan komposisi daratan dan pesisir pantai 0,9%, pulau-pulau 3,8%, terumbu karang 5,5%, dan lautan 89,8%.
Taman Nasional Teluk Cendrawasih menyimpan 150 jenis species dari 15 famili yang menyebar di tepian pulau-pulau besar dan kecil. Ekosistem terumbu karang dibagi menjadi dua zona yaitu zona rataan terumbu (reef flat) dan zona lereng terumbu (reef slope). Di Teluk Cendrawasih ini anda bisa melihat berbagai macam karang seperti karang hitam (Antiphates sp.), koloni karang biru (Heliopora coerulea), famili Faviidae dan Pectiniidae, dan berbagai macam karang lunak.


Tidak kalah dengan Wakatobi dan Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki berbagai jenis ikan. Tidak kurang dari 209 jenis ikan menghuni kawasan Teluk Cendrawasih, diantaranya adalah damselfish, butterflyfish, parrotfish, angelfish, rabbitfish, dan anemonefish. Ada juga Hiu raksasa yg jinak karena tidak memangsa manusia. Hiu jenis ini namanya Hiu Paus (whale shark), panjangnya bisa mencapai 14 meter namun makannya hanya ikan teri dan gerakannya lambat.
Selain dari keluarga pisces, ada juga jenis moluska seperti keong strombidae (Lambis spp.), keong cowries (Cypraea spp.), triton terompet (Charonia tritonis), keong kerucut (Conus spp.), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
Jika anda beruntung, berbagai jenis kura-kura atau penyu bisa ditemukan atau bahkan foto berenang bersama penyu. Penyu yang sering mendarat di daratan taman nasional ini adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).
Dan ikan yang berukuran raksasa di Teluk Cendrawasih, anda bisa melihat paus biru (Balaenoptera musculus), Duyung (Dugong dugon), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu. Mereka sering menampakkan diri di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Ikan-ikan raksasa ini tidak melakukan migrasi seperti paus di Australia atau samudra Atlantik sehingga setiap saat bisa anda temui.

Tempat Wisata menarik lainnya

Selain pesona berbagai jenis ikan di Teluk Cendrawasih, ada goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam di Pulau Misowaar, gua dalam air dengan kedalaman 30 meter di Tanjung Mangguar. Sejumlah peninggalan dari abad 18 masih bisa anda jumpai di beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber.
Beberapa pulau yang saying untuk dilewatkan adalah:
  • Pulau Rumberpon, untuk pengamatan burung, penangkaran rusa, wisata bahari, menyelam dan snorkeling, dan kerangka pesawat tempur jaman penjajahan Jepang yang jatuh di laut.
  • Pulau Nusrowi, bagus untuk menyelam dan snorkeling, wisata bahari, dan pengamatan satwa.
  • Pulau Mioswaar, terdapat sumber air panas, air terjun, menyelam dan snorkeling, pengamatan satwa dan wisata budaya.
  • Pulau Yoop dan perairan Windesi, untuk pengamatan ikan paus dan ikan lumba-lumba.
  • Pulau Roon, untuk pengamatan satwa burung, menyelam dan snorkeling, air terjun, wisata budaya.
Untuk bisa menikmati berbagai keindahan ala mini, waktu berkunjung terbaik adalah saat musim kemarau antara Mei sampai Oktober setiap tahunnya. Anda harus mendapat izin terlebih dahulu dari pengelola atau pemerintah daerah setempat.

Transportasi menuju Teluk Cendrawasih

Berhubung lokasi Teluk Cendrawasih berada di ujung timur Indonesia, bagi anda yang tinggal di Indonesia bagian barat bisa memilih beberapa alternatinf sebagai berikut:
Pesawat terbang: dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Ujung Pandang/Makasar, Jayapura, naik pesawat dengan tujuan Biak, dilanjutkan ke Manokwari atau Nabire.
Kapal Laut: dari Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang/Makasar, dan Jayapura naik kapal laut ke Manokwari atau Nabire.
Dari Manokwari ke lokasi Taman Nasional (Pulau Rumberpon) naik longboat sekitar 5,5 jam perjalanan.
Bisa juga dari Manokwari menuju kota kecamatan Ransiki menggunakan mobil sekitar 3 jam perjalan dan dilanjutkan dengan motorboat sekitar 2,5 jam.

Akomodasi di Teluk Cendrawasih

Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) belum tersedia hotel maupun penginapan. Umumnya pengelola pemandu wisata penyelaman (dive operator) memberi pelayanan tinggal di atas kapal atau live-aboard selama 4-10 hari. Dengan live-aboard, semua kebutuhan harian sudah disediakan, seperti tempat tidur, makanan, air tawar, peralatan dan pemandu diving. Paket penyelaman seperti ini memang lebih mahal daripada paket umum tetapi kelebihannya adalah anda bisa menyambangi dan menyelami pulau-pulau kecil yang tersebar di Taman Nasional Teluk Cendrawasih.
Ada pilihan lain jika anda berminat menginap, yaitu dengan menginap di pondok wisata BTNTC di Distrik Rumberpon tentunya menghubunginya terlebih dahulu. Pilihan lainnya adalah anda tinggal di rumah-rumah penduduk dengan menyewanya.
Kalau penasaran dengan resort yang ada, bisa mencoba Ahe Resort yang dikelola oleh orang asing. Paket yang ditawarkan seharga 1120 USD sudah termasuk transfer, pemandu, dan makan. Banyak penyelam professional dan petualang menginap di Ahe Resort.

Salju Abadi Puncak Jaya Wijaya


Eksotisme Indonesia menawarkan sejuta imajinasi dan ketenangan bagi siapa saja yang menikmati keindahan. Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit), yang fenomenal dan pendaki gunung didambakan di dunia.
 

Sulit untuk percaya ketika melihat pemandangan salju yang berada di daerah karena panas tropis. Terutama jika pandangan salju yang tergeletak di puncak gunung dengan dinding berwarna gelap. Puncak Jaya adalah salah satu gletser puncak bersalju gunung di daerah ekuator, seperti sebagai selubung es dari orang lain di Afrika dan Amerika Selatan. Benar-benar menakjubkan pemandangan salju-es. Terutama jika memasuki tahun terakhir di mana musim dingin dan hujan. Pada musim itu, biasanya salju menutupi hampir semua Jayawijaya puncak ke lereng bawah.  

Jayawijaya adalah sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Gunung Orange yang berada di New Guinea. Gunung ini memiliki ketinggian 4750 m di atas permukaan laut, yaitu di bagian atas pemisahan. Jayawijaya merupakan salah satu dari 5% dari cadangan dunia es luar Antartika dan Greenland. Dilihat dari keberadaan gletser terletak di pegunungan, gletser Jayawijaya jenis lanskap glasial glaciation Alpine. Dilihat dari jenis gletser, gletser Glacier Lembah Jayawijaya jenis. lembah gletser adalah gletser di lembah dan dapat mengalir dari tinggi ke rendah Di lembah juga ada gletser sungai.  

Dari penelitian itu jelas ada periode beberapa periode zaman es yang hangat tapi kemudian ada kataklysmik tidak - semacam siklus periodik dingin kemudian panas - hanya sekerang siklus panas berjalan + / - 10.000 tahun dan meskipun efek dari bahan bakar hidrokarbon hanya mempercepat proses telah berjalan selama ribuan tahun untuk mengingat 500 tahun yang lalu Carstenz bisa melihat salju di pegunungan yang jauh dari laut: sekarang mengi jadi mungkin tingal hanya 1% dari apa yang ada di zaman dan era Carstensz Carstensz mungkin kurang dari 1% dari apa itu 10.000 tahun yang lalu.  

Untuk pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah mimpi. Bayangkan, di salah satu puncak gunung adalah titik tertinggi di Pyramide Indonesia, yaitu Carstensz dengan ketinggian 4884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat, pernah mendengar? Tentu, karena kepulauan ini sangat terkenal di penjuru bumi dan hebatnya, terletak di Pulau Papua Bagian barat. Raja Ampat adalah tempat wisata yang kaya akan keindahan lautnya. Raja Ampat adalah Raja Terumbu Karang. Jadi bagi anda yang menyukai diving atau menyelam, belum lengkap rasanya jika belum pernah menyelam di kepulauan Raja Ampat.


Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing - masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari ultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Kepulauan yang kaya pulau
Di Kabupaten Raja Ampat, ada 88 kampung dan 10 distrik, yang merupakan daerah pemekaran Kabupaten Sorong. Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat mencapai ± 46.000 km2­. Sebanyak 6000 km2 adalah daratan, 85% sisanya dalah lautan. Wow! Kurang lebih ada 610 pulau, yang berpenghuni hanya sekitar 35 pulau saja. Sisanya belum dihuni, tapi sudah punya nama, tapi ada juga beberapa yang belum memiliki nama. Ada 4 gugusan pulau terbesar di sini, yaitu Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.

Kepulauan Raja Ampat merupakan daerah yang termasuk dalam Segitiga Karang (Coral Triangle). Bagi yang belum tahu, Coral Triangle adalah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Negara yang termasuk dalam Coral Triangle adalah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia.



Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan di Kepulauan Raja Ampat. Tentu saja ada ikan-ikan unggulan yang laku di pasaran. Contohnya, ikan tuna, cakalang, tenggiri, kerapu, napoleon wrasse, kakap merah, teripang, udang, serta lobster yang melimpah ruah di sana. Jadi jangan heran, penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu di sana juga dilakukan budidaya mutiara,dan rumput laut yang mampu menjadi komoditi ekspor, dan dijual ke Australia, Selandia Baru, Cina, dan Jepang. Ada pula penduduk yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan kelapa dalam, di Pulau Pam, Kofiau, danSalawati. Bahkan beberapa pulau mempunyai potensi pertambangan emas, batu bara, migas, nikel, dan kawan - kawan tentunya.

Flora fauna terlengkap di dunia
Letak Kepulauan Raja Ampat ini adalah di bagian barat pulau Papua, provinsi Irian Jaya Barat, tepatnya lagi, di bagian kepala burung Papua. Bisa dibilang, letaknya adalah 50 mil sebelah baratLaut Sorong. Raja Ampat telah diakui oleh dunia sebagai salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving alias menyelam. Jadi, jangan puas dulu kalau hobi diving tapi belum ke Raja Ampat! Oleh para wisatawan yang pernah menyelam di sini, perairan Raja Ampat dianggap memiliki flora dan fauna terlengkap di dunia. Karang (coral) nya mencapai 537 jenis.



Rumah terbesar terumbu karang
Penelitian tahun 2001-2002 melaporkan terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, serta catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Berarti 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat.

Halmahera Edy
Kondisi perairan di Kepulauan Raja Ampat dipengaruhi oleh massa air dari Samudra Pasifik Barat. Buktinya adalah, adanya arus yang bergerak dari arah timur menuju timur laut ( North-East ) dan sejajar dengan daratan besar Papua bagian utara.

Ketika sampai di Laut Halmahera yang berada di utara Raja Ampat, sebagian arus itu bergerak ke selatan dan menuju Alur Pelayaran Jailolo. Ada juga sebagian kecil arus yang membelok ke arah Selat Dampier. Sekedar info, Selat Dampier adalah selat yang menghubungkan Pulau Batanta dan Pulau Waigeo.

Sebagian besar dari arus itu kemudian berbalik arah ke Samudra Pasifik. Nah, arus inilah yang dinamakan Halmahera Edy oleh para peneliti. Adanya arus ini membuat perairan di Raja Ampat menjadi sangat subur. Ditambah lagi, suhu permukaan air lautnya sekitar 28oC hingga 27oC di kedalaman tertentu. Cahaya bisa menembus hingga 30-37 meter dengan salinitas yang sangat tinggi. Itu sebabnya, terumbu karang sangat melimpah ruah di Raja Ampat. Plankton-plankton yang menjadi bagian dari ekosistem terumbu karang juga melimpah.

Ekosistem terumbu karang itu mampu mengelola makanannya sendiri secara aktif bagi organsisme-organisme di dalamnya. Walaupun terumbu karang biasanya tumbuh di kawasan perairan laut yang oligoptrik (yang memiliki unsur hara dan nutrien yang sangat sedikit). Maka tak heran, bila perairan Raja Ampat adalah tempat berkumpulnya aneka ragam spesies ikan karena kebutuhan makanan produsen (plankton) hingga konsumen (ikan -ikan) terpenuhi.

Ingin menuju ke Raja Ampat?
Anda bisa mencari penerbangan dari Jakarta yang menuju Sorong yang melalui Manado. Lama penerbangan kira - kira 6 jam. Jika sudah sampai di Sorong, silakan menuju ke Waisai, Kota Kabupaten Raja Ampat. Selamat berwisata!

Back To Top