-->

7 Tempat Wisata di Makassar yang Wajib Dikunjungi

Makassar yang terkenal dengan kuliner khasnya, pisang epe dan coto ini memiliki berbagai tempat wisata yang indah. Berada di pesisir Pulau Sulawesi, kota ini populer dengan Pantai Losarinya. Tapi ternyata Makassar masih memiliki beragam tempat wisata andalan, mulai dari pantai sampai dataran tingginya. Jangan sampai saat berada di Makassar, Anda tidak tahu harus ke mana. Agar tak menyesal karena melewatkan hal-hal menarik saat berkunjung ke Makassar nanti, berikut 7 tempat wisata di Makassar yang wajib masuk ke agenda liburan Anda:

1. Tanjung Bira

Tanjung Bira

Pantai ini berada cukup jauh yaitu sekitar 200 km dari kota Makassar. Jarak ini tak akan berarti saat Anda sudah menginjakkan kaki di atas pasirnya. Tanjung Bira terkenal dengan pasirnya yang selembut dan seputih bedak bayi serta airnya yang jernih kebiruan. Keindahan tempat wisata ini tak hanya dikenal oleh wisatawan domestik saja, tapi juga wisatawan mancanegara. Mereka biasa berenang, berjemur, snorkeling atau hanya duduk menikmati pemandangan terbit dan tenggelamnya matahari. Jika lupa membawa alat snorkeling, Anda bisa menyewanya seharga 30.000 Rupiah. Ada juga sepeda motor yang disewakan 65.000 Rupiah per hari untuk berkeliling kawasan pantai ini. Fasilitas di sini cukup lengkap, mulai dari penginapan, restoran dan juga kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berenang. Tiket masuk ke Tanjung Bira adalah 5.000 Rupiah per orang.

2. Taman Laut Taka Bonerate

Taman Laut Taka Bonerate

Taman laut ini berada di kota Benteng, Kepulauan Selayar. Tempat wisata ini merupakan surga bagi penyelam dan Anda yang suka snorkeling. Saat menyelam, Anda bisa berenang bersama ratusan jenis ikan, penyu dan kura-kura. Kecantikan terumbu karangnya juga membuat Anda semakin betah berlama-lama menyelam di sini. Saat terbaik untuk menyelam di taman laut ini adalah di antara bulan April – Mei. Pada saat itu, arus dan suhu air serta berbagai faktor pendukung lainnya sedang dalam kondisi baik sehingga jarak pandang saat menyelam pun menjadi sempurna. Untuk menyelam di tempat wisata ini, Anda harus mendapat izin dari Balai Taman Nasional dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku. Biaya yang dikenakan adalah 25.000 Rupiah untuk wisatawan domestik dan 60.000 Rupiah untuk wisatawan mancanegara. Jika ingin menyewa peralatan menyelam, Anda harus menyiapkan uang 250.000 Rupiah.

3. Malino

Malino

Malino adalah tempat wisata yang berada di dataran tinggi dan menawarkan panorama khas pegunungan. Kawasan ini berada sekitar 90 km dari pusat kota Makassar. Selama perjalanan menuju Malino, Anda akan melewati pemandangan hutan pinus dan batu kapur yang indah. Malino berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di sini berkisar antara 10 – 26 derajat Celcius, jangan sampai lupa membawa jaket dan pakaian hangat Anda. Kawasan ini sudah terkenal sejak zaman Belanda dan dijadikan tempat wisata favorit mereka. Di sini, ada banyak air terjun yang indah seperti Air Terjun Seribu Tangga dan Air Terjun Takapala. Selain itu, ada juga kebun teh, lembah biru dan bunker peninggalan Jepang. Sebelum pulang, sempatkan untuk membeli oleh-oleh khas tempat wisata ini seperti dodol ketan, buah markisa dan juga apel.

4. Pantai Losari

Pantai Losari

Mampir ke pantai yang berada di Jalan Penghibur ini sudah menjadi kegiatan wajib bagi setiap pengunjung yang datang ke Makassar. Tempat wisata andalan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika biasanya pantai dikenal dengan pasirnya, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika Anda datang, Anda akan menemui beton di tepiannya. Tidak ada pasir bukan berarti pantai ini tak layak dikunjungi, ada banyak hal lain yang menarik dari tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan masih banyak lagi. Apa hal menarik lainnya dari sebuah tempat wisata? Tentu saja kulinernya. Ada banyak sajian kuliner khas Makassar yang bisa Anda nikmati di sini, mulai dari pisang epe, coto, sop konro sampai dengan es pallu butung.

5. Benteng Rotterdam

Fort Rotterdam

Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam ini berada tak jauh dari kawasan Pantai Losari. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja ke-9. Pada awalnya, benteng dibangun dengan menggunakan tanah liat dan putih telur, sampai kemudian bangunan disempurnakan oleh raja ke-14. Jika dilihat dari atas, bentuk benteng ini menyerupai seekor penyu yang sedang merangkak ke arah laut. Penyu dipilih karena binatang ini dapat hidup di air dan di darat, hal ini sesuai dengan Keajaan Gowa-Tallo yang berjaya di lautan maupun daratan.
Nama awal dari benteng ini adalah ‘Benteng Ujungpandang’ sampai pada saat benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan berganti nama menjadi Fort Rotterdam. Nama ini menjadi populer sampai sekarang. Pada zaman Belanda, benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah hasil rampasan dari Indonesia bagian timur.
Di dalam kompleks benteng, terdapat 13 bangunan dan lima buah menara dengan sebuah menara di pintu masuk, sedangkan empat buah menara lainnya ada di setiap sudut kawasan benteng. Ada juga sebuah museum yang disebut Museum La Galigo yang berisi koleksi benda-benda sisa kebesaran kerajaan dahulu. Selain itu, ada sebuah ruangan yang diyakini sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 18:00 dan gratis. Sedangkan untuk museum, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar 7.500 Rupiah per orang, Museum La Galigo buka setiap Selasa – Minggu, mulai pukul 08:00 sampai 12:30.

6. Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar menjadi sebuah ikon tempat wisata modern di kota ini. Dibuka pada tanggal 20 Mei 2009, Trans Studio berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektar. Di dalamnya, terdapapat 21 wahana dan empat zona permainan yaitu Studio Central, Cartoon City, Lost City, dan Magic Corner.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 10:00 sampai 19:00, kecuali pada akhir pekan dan hari libur nasional, Trans Studio Makassar buka sampai dengan pukul 21:00. Untuk tiket masuk, Anda akan dikenakan biaya sebesar 100.000 Rupiah pada hari biasa, 175.000 Rupiah pada akhir pekan dan 200.000 Rupiah saat ada event tertentu di sini.

7. Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung berada di Kabupaten Maros atau sekitar 45 km dari pusat kota Makassar. Tempat wisata ini luasnya mencapai 43.750 hektar dengan wilayahnya yang melingkupi bukit kapur, air terjun dan juga gua. Taman nasional ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace menyebut tempat ini sebagai kerajaan kupu-kupu karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di sini. Kupu-kupu memang dijadikan maskot bagi tempat wisata ini. Di gerbang masuk Taman Nasional Bantimurung, terdapat sebuah patung kupu-kupu raksasa yang siap menyambut pengunjung yang datang. Di sini, Anda bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu mulai dari yang masih berupa ulat, kepompong sampai berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Ada juga koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Hal mengasyikan lain yang bisa Anda lakukan adalah bermain flying fox, berenang di kolam yang telah disediakan, bermain di bawah air terjun atau menjelajahi gua yang ada di kawasan ini.

5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak pantai dan pulau, karena itulah indonesia memiliki lokasi selam yang sangat indah di dunia. Nah oleh karena itu kami akan 
memberikan informasi ni, 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia :


1. Taman Laut Bunaken – Sulawesi Utara 

Tempat Menyelam Paling Keren

Taman Laut Bunaken menjadi salah satu titik penyelaman internasional yang membuat banyak sekali ahli biologi laut, fotografer, dan penyelam di seluruh dunia jatuh cinta. Bahkan dalam Sail Bunaken 2009, dilaporkan ribuan penyelam mendatangi Bunaken untuk memecahkan rekor menyelam massal terbanyak sebesar 3.000 orang.
 
Ada lima pulau utama di Taman Laut ini yakni Bunaken, Manado Tua, Montehagen, Nain dan Siladen. Setiap pulau di sana memiliki ekosistem yang berbeda dan tentunya pengalaman menyelam yang berbeda pula. Ingin berkunjung ke sini?
 
2. Pulau Komodo – Nusa Tenggara Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru, pulau Komodo memiliki banyak hal yang patut dibanggakan dan populer selain satu-satunya habitat hewan purba Komodo di dunia.
 
Berkunjung ke pulau Komodo, kamu akan disambut oleh air yang hangat, suasana yang tenang, karang aneka warna yang bisa ditemukan di perairan dangkal, ratusan jenis ikan-ikan karang, pari, gurita cincin biru dan masih banyak lagi. Komodo memang menjadi pusat keanekaragaman laut di dunia. Bangga dong ya pastinya.
 
3. Pulau Kangean – Jawa Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Kepulauan Kangean adalah nama dari kepulauan yang terdiri dari banyak pulau-pulau yang membentang di bagian timur pulau Madura, Jawa Timur. Kangean memiliki luas 30 ribu hektar dan potensi wisata yang besar.
 
Di sini kamu bisa menemukan ragam terumbu karang dan ikan aneka warna yang bisa dilihat dari permukaan karena lautan yang berwarna biru super jernih, jauh dari polusi.
 
Meski dibandingkan tujuan wisata lain, potensi ekowisata di pulau Kangean memang belum sepenuhnya dikembangkan maksimal. Di sini kamu masih bisa menemukan hal-hal yang alami dan justru itulah yang menjadi daya tarik turis. Mau berkunjung?
 
4. Pulau Maratua – Kalimantan Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Maratua adalah sebuah pulau besar dengan laguna yang super luas. Hal yang terkenal di sini adalah dinding penyelaman yang spektakuler. Tidak heran jika Maratua menjadi ibukota penyu di Indonesia karena penangkaran penyu di Maratua sangat luar biasa dan kamu bisa merasakan sensasi menyelam bersama penyu.
 
Tak hanya itu, berbagai ukuran terumbu dan batuan karang bisa kamu temukan di Maratua serta pulau-pulau di sekitarnya yang tidak bisa ditemukan di lokasi menyelam populer lainnya di dunia. Namun yang paling menyenangkan menyelam di Maratua adalah arus bawah airnya yang ramah dan sangat jernih di dalam air sampai jauh dari permukaan. Disebutkan di sini masih bisa melihat jelas sampai 30 meter di bawah permukaan air laut.
 
5. Raja Ampat – Papua Barat

Tempat Menyelam Paling Keren

Raja Ampat terletak di ujung barang laut Semenanjung Kepala Burung di pulau Papua. Berbanggalah Indonesia, karena Raja Ampat menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia.
 
Sejauh ini Raja Ampat memiliki kekayaan hayati bawah air tertinggi yang pernah dicatat di dunia ini. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau-pulau kecil dengan empat pulau utama yakni Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo.

Namun bagi kamu penyelam pemula, Raja Ampat bukanlah tempat yang tepat karena memiliki arus bawah air yang kuat. Kerennya di beberapa kawasan di Raja Ampat ada tempat penangkaran ikan, budidaya hiu, pari ataupun penyu. Raja Ampat memiliki pemandangan indah luar biasa baik dilihat dari udara ataupun di bawah air.

Nah, itulah 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia. semoga menambah wawasan anda.

The Dream Beach Pantai Nambo Kendari

Pantai Nambo terletak di Kecamatan Abeli, sekira 12 km dari pusat Kota Kendari. Pantai Nambo pantai landai dan berpasir putih. Pasirnya relatif halus. Saat air pasang, pantai menjadi tempat yang sangat menyenangkan dan aman untuk bermain bersama keluarga, terutama anak-anak. Saat air surut, pantai menjadi tempat bagi masyarakat lokal untuk mencari hewan-hewan laut yang hidup di bawah permukaan pasir.     
Di sepanjang pantai ini terdapat pondok-pondok yang disewakan. Anda bisa menikmati kelapa muda dengan campuran gula merah cair sambil menikmati semilir angin laut yang berhembus. Selain itu, banyak penduduk lokal yang menyewakan ban pelampung untuk digunakan pengunjung bermain di laut.
Satu hal yang membuat Pantai Nambo unik adalah desa Suku Bajo yang terletak di ujung selatan pantai. Desa ini tampak jelas dari area wisata, sehingga sering kali di kejauhan tampak nelayan berlalu-lalang mencari ikan.
Umumnya pantai dinikmati demi keindahan saat Matahari terbenam tetapi Pantai Nambo berlaku sebaliknya. Keindahan Pantai Nambo bisa dinikmati sejak dini hari. Karena lokasinya berada di pesisir timur Pulau Sulawesi. Pantai ini dapat menjadi tempat yang tepat untuk menikmati Matahari terbit. Saat Anda berkunjung ke Kota Kendari, mungkin menikmati Matahari terbit di pantai adalah alternatif untuk memulai hari.  

Pantai Toronipa Pantai Panjang Nan Indah

Pantai Toronipa memiliki hamparan pasir putih sekitar empat km yang tak terputus memutari teluk. Garis pantai yang panjang dan dapat menampung begitu banyak pengunjung mungkin menjadi alasan mengapa pantai ini adalah pantai kesukaan masyarakat Kendari dan sekitarnya terutama menjadi tempat berkumpulnya muda-mudi Kendari saat akhir pekan.
Lokasi Pantai Toronipa berada di ujung timur dan memutar ke utara membuat pantai ini menjadi lokasi menikmati Matahari terbit dan terkadang saat terbenam. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila banyak pengunjung memilih untuk menginap di pantai tesebut untuk menikmati momen terbaik Sang Surya.
Dasar Pantai Toronipa sangat landai sekira 1 km ke arah laut lepas. Saat air laut sedang pasang, Anda dapat menikmati air dangkal dan merasa aman saat bermain bersama anak-anak. Di saat laut sedang surut, Abda dapat melihat masyarakat lokal mengumpulkan hewan laut untuk santapan. Pemandangan tersebut dapat memberikan suasana yang tepat bagi Anda yang mencari ketenangan.
Berbagai fasilitas hadir untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Di sepanjang pantai terdapat pondok yang dapat disewa. Di belakang jajaran pondok tersebut, terdapat toko dan warung yang menjajakan makanan dan minuman, termasuk kelapa muda, ikan bakar, dan makanan khas pantai Toronipa, yaitu sate pokea atau sate kerang. Ada pula penyewaan ban bagi pengunjung yang ingin mengapung santai di permukaan laut. Apabila Anda menginginkan kegiatan yang lebih memacu adrenalin maka dapat mencoba permainan banana boat.

Objek Wisata Pulau Samalona Makassar Sulawesi Selatan

Pulau Samalona merupakan gugusan karang yang berbentuk bundar dengan luas 2,34 ha. Pulau kecil ini merupakan satu tujuan wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasirnya yang putih dan airnya yang jernih menjadikan kawasan Wisata Pulau Samalona ini cocok untuk aktifitas menyelam (diving) karena di sekelilingnya terdapat karang-karang laut yang dihuni beraneka ragam ikan tropis yang berwarna-warni, dan biota laut lainnya. Waktu yang baik untuk mengunjungi Pulau Samalona adalah pada bulan Februari sampai oktober.

Objek Wisata Pulau Samalona termasuk ke dalam wilayah Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 6,8 km dari Makassar dan dapat di tempuh dalam waktu sekitar 20-30 menit dengan menggunakan speed boat berkapasitas maksimal 12 orang dengan biaya berkisar antara Rp 250.000,- hingga Rp 350.000,- pulang pergi.

Di lokasi Objek Wisata Pulau Samalona Makassar ini tersedia penginapan sederhan berbentuk rumah panggung yang dapat menampung sekitar 20 orang dengan tarif antara Rp 150.000,- hingga Rp 250.000,-/malam.

Obyek Wisata di Makassar

Makassar atau biasa disebut Ujung Pandang merupakan ibu kota di provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi kota terbesar di Timur Indonesia. Kota ini terkenal dengan tujuan wisata yang menarik seperti Pantai Losari yang ada di barat Kota Makassar. Pantai Losari menjadi salah satu obyek wisata di Makassar yang memiliki panorama alam yang merupakan kebanggaan warga Sulawesi Selatan. Pantai ini sering digunakan untuk bersantai atau melepas lelah dengan melihat keindahan pantainya sembari menikmati matahari tenggelam. Pantai Losari ramai dikunjungi di pagi hari bahkan sampai malam pun pantai ini tetap penuh dengan pengunjung. 

benteng rotterdam
benteng rotterdam
Tak begitu jauh dari Pantai Losari, ada juga Benteng Ujung Pandang yang merupakan salah satu dari daftar obyek wisata di Makassar yang sering dikunjungi. Obyek wisata tersebut merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Gowa-Tallo di Sulawesi Selatan. Selain itu masih terdapat daftar obyek wisata di Makassar yang masih bisa anda kunjungi yang memiliki fasilitas hotel berbintang yang disediakan untuk wisatawan yang ingin menginap. Hotel-hotel tersebut tak hanya dikhususkan untuk orang yang melakukan perjalanan wisata ke Makassar saja, namun bisa juga digunakan untuk orang yang sedang berbisnis. Anda bisa menemukan sedikitnya 4 hotel dengan bintang 3 dan juga jenis hotel lainnya yang ada di kota ini.
pantai losari
Bagi anda yang sengaja menginap di hotel untuk berwisata bersama keluarga atau pasangan, anda bisa melihat daftar obyek wisata di Makassar ternama yang bisa anda kunjungi seperti Trans Studio Makassar, Paotere Harbor, S/Y Indo, Benteng Rotterdam, Pantai Losari, Air Terjung Pangloe, Bugis Waterpark, Gowa Discovery Park Gowa, dan juga Kodingareng Keke Island. Kesemua referensi objek wisata di Makasar tersebut bisa anda kunjungi satu persatu mulai dari obyek wisata yang terkenal seperti Pantai Losari hingga Benteng Rotterdam.
Anda bisa mengunjungi Pantai Losari ini sebagai pilihan pertama anda selama anda berlibur di Makassar. Pantai Losari yang merupakan salah satu daftar obyek wisata di Makassar yang menjadi icon Kota Makassar yang berada di Barak Makassar. Obyek wisata ini adalah tempat favourit warga setempat dan luar daerah yang ingin melihat matahari terbenam di sore hari dan terbit di pagi harinya. Pengunjung bisa duduk di bibir pantai sembari menikmati jajanan khas sore hari yang dijajakan oleh penduduk setempat.
Dari Pantai Losari ini anda bisa meluncur menuju Fort Rotterdam yang tempatnya tak jauh dari Pantai Losari. Salah satu obyek wisata bersejarah di Kota Makassar ini juga harus menjadi referensi obyek wisata wajib yang harus anda kunjungi. Letak Fort Rotterdam ini hanya dipisahkan badan jalan dari Pantai Losari sehingga anda dapat mengunjungi 2 obyek wisata sekaligus jika mengunjungi Pantai Losari. Di dalam Fort Rotterdam ini ada sebuah museum La Galigo tempat menyimpan benda bersejarah dan juga pra sejarah peninggalan Kerajaan Gowa Tallo.
air terjun malino
air terjun malino
Selain beberapa obyek wisata di Makassar yang terkenal di atas, kota ini masih memiliki banyak lagi tujuan wisata yang bisa dikunjungi namun tidak banyak diketahui. Kota Makassar yang terdiri dari kecamatan yang cukup banyak ini juga memiliki obyek wisata andalan masing-masing. Seperti di kabupaten Gowa, anda bisa mengunjungi kawasan dataran tinggi Malino, Air Terjun Malino dan juga kawasan Bendungan Bili-bili. Belum lagi di kabupaten lainnya, anda masih bisa mengunjungi berbagai tempat wisata yang tidak akan habis anda kunjungi dalam waktu 1 minggu saja.
Kota Makassar yang memiliki penduduk dari berbagai suku ini, juga memiliki angkutan tradisional becak. Akan tetapi becak di kota ini tentu saja berbeda dengan kebanyakan becak yang umum seperti di kota Jogja dan sekitarnya, karena becak di Makassar biasanya menggunakan motor bukan kayuhan. Becak ini menjadi sarana pendukung pariwisata yang beroperasi di sekitar daerah wisata. Bagi anda yang ingin menaiki becak untuk menuju beberapa obyek wisata di Makassar selanjutnya, anda bisa melakukan tawar menawar agar tidak dikenakan biaya yang mahal.

Tempat Wisata Pulau Maratua

Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia. Pulau Maratua ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur. Pulau berbentuk kecil panjang dan lengkung tajam ini berada di sebelah selatan dari Kota Tarakan dengan koordinat 2° 15′12″ LU, 118° 38′41″ BT (di bagian batas luarnya). Di pulau ini terdapat Danau Haji Buang dan Danau Tanah Bamban.
Pulau Maratua dan Derawan adalah Tujuan Turis Mancanegara setelah Raja Ampat Papua, Maratua Derawan Borneo. Pemandangan alam pulau ini sangatlah indah, tidak heran menjadi lokasi Favorite Wisatawan asing dan domestik. Dan disini merupakan lokasi penyu hijau yang terbanyak di Indonesia. Wisatawan mancanegara sering berkunjung ke pulau ini untuk snorkling maupun diving. Tidak heran jika Pulau Maratua dikenal dengan sebutan Paradise Island, surganya bagi para diver dan pemburu wisata kelautan.

Pulau Maratua adalah sebuah pulau kecil yang sangat indah. Keindahan pulau ini tidak hanya ditunjang oleh keindahan alamnya, namun juga segala hal yang hidup di pulau ini. Pulau Maratua termasuk pulau terluar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau ini menjadi tujuan wisata terkenal dengan objek wisata bahari.
Penduduk yang tinggal di pulau ini adalah penduduk yang berasal dari Kalimantan. Karena itulah kebudayaan, adat dan tradisi mereka sangat mirip dengan tradisi dan budaya orang Kalimantan pada umumnya. Namun gaya kehidupan keseharian mereka sudah beradaptasi dengan alam pulau Maratua. Pemandangan di Maratua sungguh indah. Terlihat warna kemerahan di ufuk barat membuat horizon pesisir Pulau Maratua bagai lukisan alam nan indah. Dari sebuah resort lepas pantai, pemandangan sunset, tampak memukau. Pulau ini telah memiliki beberapa resort berkelas dunia yang menawarkan penginapan yang menyatu ditengah keindahan pulau ini. Rumah-rumah penginapan ini ada yang dibangun diatas air, sehingga pengunjung bisa berinteraksi dan menikmati keindahan biota laut Pulau Maratua. Yang membedakan pulau Maratua dengan objek wisata bahari Indonesia lainnya adalah keunikan biota yang hidup di pulau indah ini. Keindahan alam Maratua adalah tempat hidup dari beragam spesies unik khas pulau ini. Beberapa keunikan pulau ini antara lain:
1.Penyu
Tidak seperti di daerah lainnya, Penyu pulau Maratua hidup menetap di lingkungan pulau Maratua. Mereka bahkan juga bertelur di pulau dan hidup menetap di perairan Maratua.
Wisatawan dapat merasakan sensasi berenang bersama biota purba ini didalam air yang sangat jernih dan dangkal.Wisatawan juga bisa dengan mudah memberi makan Penyu dan berpose difoto saat berenang bersama Penyu.
2. Ubur-ubur tanpa sengat
Di dunia ini, tempat yang tercatat memiliki spesies Ubur-ubur tanpa sengat hanya di 2 tempat. Beruntung sekali negeri kita ini memiliki spesies Ubur-ubur ini. Hebatnya, jenis Ubur-ubur Tanpa Sengat di pulau ini tak hanya 1 jenis, tapi ada 4 jenis.
Wisatawan tak perlu takut sama sekali memegang jenis Ubur-ubur ini, bahkan dengan tangan telanjang. Inilah keunikan yang paling unik dari pulau Maratua yang sulit dicari tandingannya di dunia. Berfoto sambil memegang Ubur-ubur adalah sebuah momment yang tak bisa anda lakukan dibelahan dunia lain.Pesona inilah yang membuat para wisatawan betah berlama-lama berwisata di Pulau Maratua.

Tempat Wisata Pulau Bunaken

Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Potensi daratan pulau-pulau taman nasional ini kaya dengan jenis palem, sagu, woka, silar dan kelapa. Jenis satwa yang ada di daratan dan pesisir antara lain kera hitam Sulawesi (Macaca nigra nigra), rusa (Cervus timorensis russa), dan kuskus (Ailurops ursinus ursinus). Jenis tumbuhan di hutan bakau Taman Nasional Bunaken yaitu Rhizophora sp., Sonneratia sp., Lumnitzera sp., dan Bruguiera sp. Hutan ini kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska dan berbagai jenis burung laut seperti camar, bangau, dara laut, dan cangak laut.Jenis ganggang yang terdapat di taman nasional ini meliputi jenis Caulerpa sp., Halimeda sp., dan sp. Padang lamun yang mendominasi terutama di pulau Montehage, dan pulau Nain yaitu Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides,dan Thalassodendron ciliatum. Tercatat 13 genera karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter. Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dantunikates/ascidian.
Taman laut Bunaken sendiri memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut. Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.Sayang sekali akibat nama besarnya, banyak orang Indonesia yang bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di Tanah Lumimuut, merasa telah mengenal dan tahu tentang Bunaken, bicara tentang Taman Nasional Bunaken, berarti berbicara tentang International Heritage and a miracle of Bunaken. Banyak peneliti dari luar negeri sangat menyayangkan kesalahan informasi dari Indonesia. Bunaken lebih daripada sekedar tahu dalam buku, Bunaken adalah pengalaman menyelam.
Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Taman Nasional Bunaken dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas dan Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado dengan menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen dapat ditempuh + 20 menit, pulau Bunaken + 30 menit, pulau Montehage + 50 menit dan pulau Nain +60 menit. Dari Blue Banter Marina dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di pulau Bunaken dapat ditempuh dalam waktu 10-15 menit, sedangkan dari pelabuhan NDC menuju lokasi penyelaman di pulau Bunaken dengan menggunakan speed boat ditempuh dalam waktu + 20 menit.

Tempat Wisata Wakatobi

Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi, dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2003, tanggal 18 Desember 2003. Luas wilayahnya adalah 823 km² dan pada tahun 2003 berpenduduk 91.497 jiwa, terdiri dari laki-laki 44.843 jiwa dan perempuan 46.654 jiwa.
Wakatobi juga merupakan nama kawasan taman nasional yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan luas keseluruhan 1,39 juta hektare, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.
Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Wakatobi berdasarkan harga berlaku pada tahun 2003 sebesar Rp. 179.774,04,- juta, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp. 160.473,67,- juta. Berdasarkan harga berlaku, PDRB per kapita Kabupaten Wakatobi pada tahun 2002 adalah sebesar Rp. 1.833.775,23,- menjadi Rp. 2.026.993,35,- pada tahun 2003 atau naik sebesar 10,54%.
 - Sekilas Wakatobi
Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki salah satu surga bawah laut paling indah di dunia? Surga bawah laut tersebut dikenal dengan Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Secara astronomis, Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia, Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.
Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara, terutama setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Di sana, terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter.
Pariwisata bahari adalah aktivitas wisata yang sudah lama dikenal dan merupakan pariwisata andalan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Kekayaan biota laut ini tidak lain karena hamparan terumbu karang yang sangat luas di sepanjang perairan dengan topografi bawah laut yang berwarna-warni seperti bentuk slopflatdrop-offatoll dan underwater cave.
Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili diantaranya Acropora formosa, A. Hyacinthus, Psammocora profundasaflaPavona cactusLeptoseris yabei, Fungia molucensisLobophyllia robustaMerulina ampliataPlatygyra versiforaEuphyllia glabrescensTubastraea frondesStylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp yang tinggal harmonis bersama penghuni bawah laut lainnya.
Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan diantaranya (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain.
Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti Angsa-Batu Coklat (Sula leucogaster plotus), Cerek Melayu (Charadrius peronii) dan Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) bersarang. Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).
Perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus). Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Tidak hanya itu Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.
Keberadaan 25 buah gugusan terumbu karang dan kedalaman yang ideal menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi.
Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikeliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai yang sangat potensial untuk dikelola, tersebar di seluruh wilayah Wakatobi. Jadi bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di Wakatobi sangat cocok untuk wisata seperti diving, snorkeling, berenang dan memancing.

Jejak Purba di Gua Indonesia

Anda ingin menelusuri atau melihat jejak-jejak purba yang tertinggal dalam sebuah Gua di Nusantara, Yup, pantas kalau anda cek gua-gua seperti Gua Tiangko, Gua Leang-Leang, dan Gua Liang Bua.Yang pertama ada Goa Tiangko yang berada di kecamatan Sungai Manau, Jambi.  Lantas kenapa dinamakan Gua Tiangko, ya tak lain karena gua itu terletak di  Desa Tiangko.  
sumber foto: www.jambitourism.co.id
Apa saja yang purba di dalam Goa dengan luasnya yang hanya 206 meter persegi dan lebar mulut bagian depan setinggi 4 meter serta mulut bagian belakang setinggi 11,5 meter ini? Gua ini merupakan rekam jejak zaman prasejarah diperlihatkan. Berdasarkan hasil penelitian Bennet Bronson dan Teguh Amat pada tahun 1974, di tempat ini ditemukan lapisan tembikar yang dibawahnya terdapat alat-alat obsidian. Penemuan itu pun lantas menyimpulkan bahwa Goa Tiangko menjadi permukiman tertua di Jambi.

           Gua ini dindingnya berupa ceruk-ceruk bebatuan yang ditumbuhi lumut,  langit-langitnya pun dipenuhi sarang burung walet dan kelelawar yang bergelantungan. Di goa ini juga bisa ditemui batu kapiler yang membentuk stalktit dan stalakmit dengan berbagai ornamen yang menakjubkan. Udara sejuk menyeruak ketika memasuki goa dan terdengar suara tetesan air yang jatuh ke bebatuan.
Kedua adalah kawasan Gua Leang-Leang, gua ini merupakan  satu dari ratusan gua yang tersebar di perbukitan cadas Maros, kecamatan Bantimurung, Sulawesi Selatan. Leang yang dalam bahasa makasar artinya Gua, dalam bahasa indonesia adalah liang yang berarti lubang.
Di kawasan Gua Leang Leang itu, ada dua gua yaitu Gua Leang Burung dan Gua Petta Kere. Gua Leang Burung dulunya adalah tempat dimana burung walet dan kelelawar bersarang dengan populasinya yang semakian berkurang.
Nah, kalau Gua Petta Kere ini dikenal sebagai gua yang ada lukisan gambar-gambar prasejarah pada dinding goanya. Pada jalanan menuju Gua Petta Kere terdapat batu-batuan besar berwarna hitam yang tersusun rapi, konon dulunya tempat ini merupakan lautan, dan batu-batu tersebut merupakan batu yang berada di dasar lautan, namun seiring berjalannya lautan itu bergeser akhirnya menjadi daratan.
sumber foto: www.travel.detik.com
Dari cerita masyarakat lokal menyebutkan keberadaan dari gambar tangan dengan jari lengkap itu bermakna sebagai penolak bala, sementara gambar dengan 4 jari telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari.
Ritual yang dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya. Gambar babi rusa gemuk yang terpanah jantungnya merupakan gambaran sejarah manusia purbakala yang dulunya hidup berburu.
Jejak purba itu ditemukan dua arkeolog asal Belanda yaitu Van Heekeren dan Mrs. Heeren Palm. Di tahun 1950-an  mereka menemukan gambar-gambar pada dinding Gua Leang-leang. Soal usia lukisan purba di Gua itu diperkirakan berumur 5.000 tahun. Beberapa arkeolog bahkan berpendapat bahwa goa tersebut telah didiami sejak 3.000 SM (Sebelum Masehi).
Gua Liang Bua, NTT, Gua Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
sumber foto:www.kaskus.com
Fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores yang memiliki tinggi badan hanya sekitar 100 cm dan beratnya 25 kg ditemukan di gua ini. Tengkorak manusia itu diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu, yang hidup bersama dengan gajah-gajah pigmi dan komodo. Pada 2001 telah dilakukan eskavasi arkeologi yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia.(berbagai sumber)

Air Terjun “Bidadari” Moramo

Kenapa banyak air terjun di negeri tercinta kita ini identik dengan legenda bidadari?  Belum cukup dengan Air Terjun 7 Bidadari yang ada di Bandungan, ehh ada lagi air terjun yang bawa-bawa nama bidadari dalam legendanya.

Kali ini adalah Air Terjun Morano yang terletak di kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Konon, dulunya air terjun yang terletak di hutan Suaka Alam Tanjung Peropa ini terkenal dengan legenda tempat mandinya para bidadari yang cantik. Yah, namanya juga legenda ya terserah anda juga mau mempercayai nya atau tidak.
Bagaimana caranya kita kesana? Yang jelas anda harus berada terlebih dahulu di kota Kendari, Sulawesi. Nah, dari Kendari air terjun ini berjarak sekitar 60 km dari sana. Untuk mencapai lokasinya anda bisa menggunakan mobil pribadi atau mencarter mobil-mobil. Pasalnya, angkutan umum yang menuju ke sana sangatlah jarang jadi harus mencarter mobil carteran.

 Dalam perjalanan mata kita dijamu dengan pemandangan indah dalam menuju ke Moramo. Sayangnya, jalanan di sana kurang baik sehingga agak sulit dilewati dan memperlambat laju kendaraan. Jalan menuju air terjun tidaklah sulit dan lama, hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit dari bawah.


Sumber foto: www.travel.detik.com 
Namun terlepas dari itu, air terjun ini cukup tinggi juga lho, yaitu mencapai 100 meter. Kalau dilihat kasat mata sihh ada tujuh tingkatan,, tetapi ada yang bilang undakannya sampai 10 tingkat. Nah, inilah salah satu keunikannya bentuk undakannya yang banyak.

 Air terjun ini  sendiri luasnya 38.937 Ha kali pertama ditemukan oleh warga transmigran asal Jawa sekitar 1980-1982 saat membuka hutan untuk memasang jerat anoa. Setelah pembuatan jalan ke lokasi pada tahun 1989, pada tahun 1990 air terjun mulai dibuka sebagai obyek wisata. Dari airnya yang kehijauan, aroma dedaunan yang segar, hawa yang dingin, dan keanekaragaman hayati di dalamnya, tidak  heran juga sih kalau bidadari senang main ke situ.
Suasana di sekitar air terjun sangat tenang dan alami. Kita akan ditemani oleh suara gemerincik air terjun  dan dinginnya airnya pun dapat anda rasakan.  Tak puas berada di bawah dan ingin naik ke atasnya, dengan daerah bebatuan di sekitar air terjun tidak licin anda pun bisa menjelajahi setiap tingkatan di air terjun ini.  Pesona Air Terjun Morano pun dipercantik dengan banyaknya kupu-kupu yang terbang bebas di sekitar kawasan ini. Jika beruntung, anda dapat melihat pelangi sebagai biasan cahaya di sekitar air terjun. (berbagai sumber)

Objek Wisata Tana Toraja


Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata Indonesia, dihuni oleh Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu obyek wisata di Sulawesi Selatan yang sangat menarik dan tidak boleh anda lewatkan.

Berikut ini adalah daftar beberapa tempat menarik yang mungkin bisa anda kunjungi :


Pallawa.
Pallawa.

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohin banbu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 Km ke arah utara dari Rantepau.

Londa.
Londa.

Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Terletak sekitar 5 Km ke arah selatan dari Rantepau.


Ke’te Kesu.
Ke’te Kesu.

Obyek yang mempesona di desa ini berupa Tongkonan, lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir. Terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepau.


Batu Tumonga.
Batu Tumonga.

Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2 – 3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan rantepau dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sensean dengan ketinggai 1300 Meter dari permukaan laut.


Lemo.
Lemo.

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo anda dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma Nene. Terletak di Kabupaten Tan Toraja.

Panorama Makam Lereng Toraja

Toraja terletak di Sulawesi Selatan. Daerah Toraja sangat unik, terutama dalam hal penguburan. Mayat-mayat tidak dikubur, tetapi ditempatkan di gua-gua di batu. Tubuh didampingi oleh patung-patung yang menggambarkan almarhum. Di sini ada kuburan di batu. Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut Aluk To Dolo kepercayaan animisme antara Tana Toraja, makin tinggi tempat ia meletakkan mayat tumbuh dengan cepat untuk memenuhi Roh Allah atau surga.

pemakaman baru-baru ini diadakan beberapa waktu setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sejak kematian yang bersangkutan , agar keluarga yang ditinggalkan untuk mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman. Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba melainkan suatu proses bertahap menuju Puya (dunia roh, atau akhirat). Dalam masa tunggu, tubuh dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Roh-roh orang mati diyakini tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu jiwa akan melakukan perjalanan ke Puya.

Bagian lain dari pemakaman adalah penyembelihan kerbau. Orang lebih banyak daya, maka kerbau lebih banyak dipotong. Menyembelih dilakukan dengan menggunakan parang. Bangkai kerbau, termasuk kepala, berbaris di lapangan, menunggu pemiliknya, yang dalam "waktu tidur". Toraja percaya bahwa arwah membutuhkan kerbau untuk melakukan perjalanan dan akan lebih cepat sampai di Puya jika ada banyak kerbau. Membantai puluhan kerbau dan babi merupakan puncak dari ratusan musik dan tari pemakaman tidak memiliki pemuda yang menangkap darah muncrat dengan bambu panjang. Sebagian besar daging diberikan kepada para tamu dan dicatat karena akan dianggap utang kepada keluarga almarhum.

Ada tiga cara pemakaman: peti mati dapat disimpan dalam sebuah gua, atau di kuburan batu berukir, atau digantung di tebing. Orang kaya terkadang dikubur di kuburan batu diukir. Makam biasanya mahal dan waktu pembuatan kurang lebih beberapa bulan. Di beberapa daerah, sebuah gua batu yang digunakan untuk menyimpan tubuh seluruh keluarga. Kayu patung yang disebut tau tau ​​biasanya ditempatkan di gua dan menghadap keluar. Bayi peti mati atau anak dengan seutas tali tergantung di sisi tebing. Biasanya berlangsung selama setahun sebelum membuat peti membusuk dan jatuh Rope.

Danau Linow Di Sulawesi Utara


Saya pikir anda tidak akan percaya jika belum melihatnya dengan mata anda sendiri tentang sebuah danau yang airnya itu bisa berubah-ubah warta tanpa bantuan cahaya lampu.
Mungkin yang saya katakan ini Mustahil ada,Tapi apa yang kita rasa mustahil terjadi (ada), bagi Tuhan bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk tercipta.

Salahsatu keajaiban yang kita pikir mustahi terjadi itu adalah sebuah danau yang terletak di Minahasa Sulawsesi Utara atau lebih tepatnya lagi terletaka di kabupaten Tomohon.Dimana anda bisa menyaksikan sendiri jika air dananu itu warnanya bisa berubah-ubah tanpa bantuan cahaya lampu.Danu ajaib itu bernama Danau Linow.

Menurut penelitian.Danau Linow yang dikenal airnya bisa berubah-ubah itu ternyata mengandung kadar belerang yang sangat tinggi.Hal yang cukup unik inipun mampu menarik banyak wisatawan yang penasaran untuk berkunjung ke objek wisata ini. Tak heran, jika hari libur tiba, lokasi ini sangat ramai dengan orang-orang yang berwisata bersama keluarga.

Bukan hanya pemandangan indah saja yang dimiliki danau unik ini, Tapi danau ini pun memiliki satwa endemik berupa burung belibis dan ribuan serangga bernama sayok atau komo. Serangga bersayap yang hidup di air tapi bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat.

Ketika anda berkunjung kesana,saya jamin anda akan dibuat takjub akan kecantikannya. Menikmati pemandangannya indah dari tepi danau akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Tentang Bantimurung : Berbicara mengenai objek wisata alam di Sulawesi Selatan langsung terlintas di benak kita masing-masing hanya Makassar dan Toraja saja, bahkan media nasional cenderung lebih mengekspose dua kota tersebut sebagai kota dengan objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Tapi pada kenyataannya kedua daerah tersebut tidak lebih baik dibandingkan dengan daerah bernama Bantimurung. Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan, ungkapan ini tidak salah karena mengingat keadaan yang sesunggguhnya apabila kita berkunjung ke daerah tersebut akan merasakan hal yang sangat berbeda. Just Feel The Different, Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan.

   Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Di tahun 1856-1857 seorang naturalis Inggris yang terkemuka, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebahagian hidupnya yang sangat menyenangkan di kawasan ini, menangkap banyak jenis kupu-kupu, burung-burung, dan serangga langka. Diantara kupukupu yang tertangkap adalah jenis Papillo Androcles salah satu jenis kupu-kupu yang terbesar dan sangat langka berekor seperti burung layang-layang. Penjelasan secara rinci tentang kawasan ini menarik perhatian Para arkeolog. Besarnya perhatian para peneliti dari mancanegara membuat Bantimurung tempatfavorit untuk melakukan penelitian dan rekreasi keluarga. Perhatian pemerintah lokal  sangat tinggi yang akan menjadikan Bantimurung Objek Wisata terbaik di Sulawesi Selatan dengan pembangunan fasilitas dan penyediaan sarana lengkap.

Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Letak Bantimurung : Objek Wisata Bantimurung termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BABUL) terletak di Kabupaten Maros, berjarak sekitar 12 km dari pusat kota Maros atau Berjarak sekitar 22 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros, Sulawesi Selatan. Dari kota maros kita hanya memerlukan waktu sekitar setengah jam dari kota maros menggunakan angkutan kota (pete-pete) “kalau tidak macet”. Perjalan singkat namun anda akan disuguhi pemandangan deretan gunung karst indah sepanjang jalan, setelah sampai di gerbang pintu masuk kawasan wisata Bantimurung ini anda akan disambut oleh kupu-kupu besar (gate-nya) dan patung Monyet besar. Hmmm…belum memasuki kawasan Bantimurung-pun anda akan merasa takjub dengan keindahan alamnya, apa lagi anda telah memasuki, menjelajah segala isinya dan pasti anda akan mengucap Bantimurung adalah Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan bukan tempat lain.

Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Bantimurung dan segala keindahahnnya : Bantimurung Objek Wisata terbaik di Sulawesi Selatan memiliki air terjun yang spektakuler ini terletak di bukit kapur curam dengan vegetasi tropik yang subur. Habitat kupu-kupu indah dan terdapat jenis kupu-kupu langka, serta terdapat penangkaran kupu-kupu sebagai perlindungan dari kepunahan jenis-jenis yang dianggap langka tersebut. Kawasan Objek Wisata Bantimurung juga sering di sebut sebagai Kingdom Of Butterfly oleh para wisatawan terutama wisatwan mancanegara karena apabila kita memasuki kawasan objek wisata Bantimurung tersebut maka akan disambut ribuan kupu-kupu indah beterbangan di sekitar kita. Bukan hanya air terjun dan habitat kupu-kupunya Objek wisata Bantimurung juga terdapat Gua-gua, Habitat kera ekor panjang  pada sore hari akan turun gunung bercengkrama dengan para pengunjung. Terdapat pula fasilitas kolam renang bagi anak-anak dan fasiltas OutBond nan menantang adrenalin para pengunjung. Cerminan bahwa Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan terlihat setelah anda menikmati semua wahana yang ada.

Air Terjun Bantimurung Nan Eksotik


      Air Terjun Bantimurung
Gua Mimpi

   Gua Mimpi

Pegunungan Karst Bantimurung


                                                                   Pegunungan Karst

Penangkaran Kupu-kupu Bantimurung


        Penangkaran Kupu-kupu Bantimurung


Kolam Air Jamala Bantimurung
Kolam air Jamala Bantimurung adalah kolam air buatan yang airnya berasal dari mata air pegunungan. Menurut penduduk setempat Air Jamala memiliki khasiat dapat membuat awet muda seseorang. Kolam air Jamala ini terletak di dekat pos pemeriksaan tiket Objek Wisata Bantimurung.
Keindahan alam tak tergambarkan, fasilitas yang memadai dan mitos bantimurung dan segala yang ada membuat Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan.

Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Fasiltas Pendukung Objek Wisata Bantimurung :
Salah satu alasan yang membuat Bantimurung Objek Wisata terbaik di Sulawesi Selatan adalah dengan adanya fasilitas pendukung lengkap, akses mudah di jangkau dan murah meriah.
Harga Tiket
Cukup mengeluarkan Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5000 untuk anak-anak , anda bisa menikmati eksotisme Bantimurung dari pagi sampai Sore.

Mushalla
Tidak perlu meninggalkan Kawasan Objek wisata Bantimurung untuk melakukan ibadah setiap waktu karena pengelola telah menyediakan Mushallah.

Penginapan
Bagi anda yang merasa tidak puas menikmati seharian keindahan Bantimurung dan ingin merasakan lebih lama lagi, pengelola telah menyediakan penginapan murah dengan fasilatas lengkap.

Restoran
Anda tidak perlu membawa bekal dari rumah untuk ke Bantimurung, karena di kawasan ini tersedia tempat makan/restoran lengkap nan murah sesuai dengan kantong anda yang sedang menipis.

Area Parkir
Tidak perlu lagi khawatir karena tidak dapat tempat parkir kendaraan anda, karena di kawasan objek Wisata Bantimurung memiliki tempat parkir luas, untuk motor dan mobil.

Souvenir khas
Souvenir berjejeran menawarkan cendramata khas Bantimurung, mulai dari Kupu-kupu awetan berbingkai, gantungan kunci unik berupa serangga-serangga, gelang, kalung, cincin khas Bantimurung ditawarkan dengan harga relatif murah.




Back To Top