Makassar yang terkenal dengan kuliner khasnya, pisang epe dan coto ini
memiliki berbagai tempat wisata yang indah. Berada di pesisir Pulau
Sulawesi, kota ini populer dengan Pantai Losarinya. Tapi ternyata
Makassar masih memiliki beragam tempat wisata andalan, mulai dari pantai sampai dataran tingginya. Jangan sampai saat berada di Makassar, Anda tidak tahu harus ke mana. Agar tak menyesal karena melewatkan hal-hal menarik saat berkunjung ke Makassar nanti, berikut 7 tempat wisata di Makassar yang wajib masuk ke agenda liburan Anda:
1. Tanjung Bira
Pantai ini berada cukup jauh yaitu sekitar 200 km dari kota Makassar.
Jarak ini tak akan berarti saat Anda sudah menginjakkan kaki di atas
pasirnya. Tanjung Bira terkenal dengan pasirnya yang selembut dan
seputih bedak bayi serta airnya yang jernih kebiruan. Keindahan tempat wisata ini tak hanya dikenal oleh wisatawan domestik
saja, tapi juga wisatawan mancanegara. Mereka biasa berenang, berjemur,
snorkeling atau hanya duduk menikmati pemandangan terbit dan
tenggelamnya matahari. Jika lupa membawa alat snorkeling, Anda bisa
menyewanya seharga 30.000 Rupiah. Ada juga sepeda motor yang disewakan
65.000 Rupiah per hari untuk berkeliling kawasan pantai ini. Fasilitas di sini cukup lengkap, mulai dari penginapan, restoran dan
juga kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berenang. Tiket masuk
ke Tanjung Bira adalah 5.000 Rupiah per orang.
2. Taman Laut Taka Bonerate
Taman laut ini berada di kota Benteng, Kepulauan Selayar. Tempat wisata ini merupakan surga bagi penyelam
dan Anda yang suka snorkeling. Saat menyelam, Anda bisa berenang
bersama ratusan jenis ikan, penyu dan kura-kura. Kecantikan terumbu
karangnya juga membuat Anda semakin betah berlama-lama menyelam di sini. Saat terbaik untuk menyelam di taman laut ini adalah di antara bulan
April – Mei. Pada saat itu, arus dan suhu air serta berbagai faktor
pendukung lainnya sedang dalam kondisi baik sehingga jarak pandang saat
menyelam pun menjadi sempurna. Untuk menyelam di tempat wisata ini, Anda harus mendapat izin dari
Balai Taman Nasional dengan membawa kartu identitas yang masih berlaku.
Biaya yang dikenakan adalah 25.000 Rupiah untuk wisatawan domestik dan
60.000 Rupiah untuk wisatawan mancanegara. Jika ingin menyewa peralatan
menyelam, Anda harus menyiapkan uang 250.000 Rupiah.
3. Malino
Malino adalah tempat wisata yang berada di dataran tinggi dan menawarkan panorama khas pegunungan.
Kawasan ini berada sekitar 90 km dari pusat kota Makassar. Selama
perjalanan menuju Malino, Anda akan melewati pemandangan hutan pinus dan
batu kapur yang indah. Malino berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Suhu
udara di sini berkisar antara 10 – 26 derajat Celcius, jangan sampai
lupa membawa jaket dan pakaian hangat Anda. Kawasan ini sudah terkenal
sejak zaman Belanda dan dijadikan tempat wisata favorit mereka. Di sini, ada banyak air terjun yang indah seperti Air Terjun Seribu
Tangga dan Air Terjun Takapala. Selain itu, ada juga kebun teh, lembah
biru dan bunker peninggalan Jepang. Sebelum pulang, sempatkan untuk
membeli oleh-oleh khas tempat wisata ini seperti dodol ketan, buah
markisa dan juga apel.
4. Pantai Losari
Mampir ke pantai yang berada di Jalan Penghibur ini sudah menjadi
kegiatan wajib bagi setiap pengunjung yang datang ke Makassar. Tempat
wisata andalan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika biasanya pantai
dikenal dengan pasirnya, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika Anda datang, Anda akan menemui beton di
tepiannya. Tidak ada pasir bukan berarti pantai ini tak layak
dikunjungi, ada banyak hal lain yang menarik dari tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti
memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan
masih banyak lagi. Apa hal menarik lainnya dari sebuah tempat wisata?
Tentu saja kulinernya. Ada banyak sajian kuliner khas Makassar yang bisa
Anda nikmati di sini, mulai dari pisang epe, coto, sop konro sampai
dengan es pallu butung.
5. Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam ini berada tak jauh dari kawasan Pantai Losari. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan sejarah
Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja ke-9. Pada
awalnya, benteng dibangun dengan menggunakan tanah liat dan putih telur,
sampai kemudian bangunan disempurnakan oleh raja ke-14. Jika dilihat dari atas, bentuk benteng ini menyerupai seekor penyu
yang sedang merangkak ke arah laut. Penyu dipilih karena binatang ini
dapat hidup di air dan di darat, hal ini sesuai dengan Keajaan
Gowa-Tallo yang berjaya di lautan maupun daratan.
Nama awal dari benteng ini adalah ‘Benteng Ujungpandang’ sampai pada
saat benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan berganti nama menjadi Fort
Rotterdam. Nama ini menjadi populer sampai sekarang. Pada zaman Belanda,
benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah hasil
rampasan dari Indonesia bagian timur.
Di dalam kompleks benteng, terdapat 13 bangunan dan lima buah menara
dengan sebuah menara di pintu masuk, sedangkan empat buah menara lainnya
ada di setiap sudut kawasan benteng. Ada juga sebuah museum
yang disebut Museum La Galigo yang berisi koleksi benda-benda sisa
kebesaran kerajaan dahulu. Selain itu, ada sebuah ruangan yang diyakini
sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 18:00 dan
gratis. Sedangkan untuk museum, Anda dikenakan biaya tiket masuk
sebesar 7.500 Rupiah per orang, Museum La Galigo buka setiap Selasa –
Minggu, mulai pukul 08:00 sampai 12:30.
6. Trans Studio Makassar
Trans Studio Makassar menjadi sebuah ikon tempat wisata modern di kota ini. Dibuka pada tanggal 20 Mei 2009, Trans Studio
berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektar. Di dalamnya, terdapapat 21
wahana dan empat zona permainan yaitu Studio Central, Cartoon City, Lost
City, dan Magic Corner.
Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 10:00 sampai 19:00,
kecuali pada akhir pekan dan hari libur nasional, Trans Studio Makassar
buka sampai dengan pukul 21:00. Untuk tiket masuk, Anda akan dikenakan
biaya sebesar 100.000 Rupiah pada hari biasa, 175.000 Rupiah pada akhir
pekan dan 200.000 Rupiah saat ada event tertentu di sini.
7. Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung berada di Kabupaten Maros atau sekitar 45
km dari pusat kota Makassar. Tempat wisata ini luasnya mencapai 43.750
hektar dengan wilayahnya yang melingkupi bukit kapur, air terjun dan
juga gua. Taman nasional ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani
dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace menyebut tempat
ini sebagai kerajaan kupu-kupu karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di
sini. Kupu-kupu memang dijadikan maskot bagi tempat wisata ini. Di
gerbang masuk Taman Nasional Bantimurung, terdapat sebuah patung
kupu-kupu raksasa yang siap menyambut pengunjung yang datang. Di sini, Anda bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu mulai dari yang
masih berupa ulat, kepompong sampai berubah menjadi kupu-kupu yang
cantik. Ada juga koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Hal mengasyikan
lain yang bisa Anda lakukan adalah bermain flying fox, berenang di kolam yang telah disediakan, bermain di bawah air terjun atau menjelajahi gua yang ada di kawasan ini.
BalasHapusayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
dengan minimal deposit hanya 20.000
BalasHapusingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
ayo segera bergabung dengan kami di fanspoker.com
add pin bb 55F97BD0 ditunggu ya