-->

Tempat Wisata Pantai Klayar Pacitan

Seperti Pantai Sawarna, Pantai Klayar baru mulai terkenal belakangan ini karena terekspos di internet. Bagi sebagian besar orang, Pantai Klayar adalah sebuah pantai asing yang belum pernah didengar sebelumnya. Ingin tahu lebih banyak tentang Pantai Klayar?

Pantai Klayar adalah sebuah pantai yang berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pacitan merupakan tanah kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pantai Klayar yang masih jarang diketahui masyarakat luas menawarkan lingkungan yang asri karena belum banyak diganggu manusia. Bahkan tempat ini pun belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah untuk pengembangan tempat wisata, sehingga kondisi alam Pantai ini masih asli.

Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar menawarkan pesona alam yang tiada duanya dengan kombinasi pasir putih yang lembut, ombak yang jernih, karang raksasa yang indah, air mancur alami, karang bolong, air terjun, dan seruling lautnya. Karena pesona alam yang tiada duanya tersebut, banyak orang yang berkata bahwa pantai ini lebih bagus dari pada Pantai Parangtritis yang merupakan pantai paling terkenal di Yogyakarta.
Karena belum diketahui secara luas, Pantai Klayar relatif sepi pengunjung. Apabila anda datang pada hari biasa, kemungkinan besar anda akan melihat lebih banyak nelayan dari pada turis. Pantai ini hanya ramai dipadati turis pada saat musim liburan atau akhir pekan saja, paling ramai pada saat musim Lebaran.
air mancur alami Pantai Klayar
air mancur alami Pantai Klayar
Selain berjalan di tepi pantai, anda juga dapat menaiki bukit di sisi barat Pantai Klayar, dan kemudian menikmati keindahan panorama lautan luas, dan panorama sekitar Pantai Klayar. Di sisi timur, anda dapat menemukan air mancur alami yang berasal dari lubang di batu karang yang terhempas ombak kuat laut selatan. Air mancur alami ini dapat mencapai ketinggian lebih dari 10 meter, tergantung dari kuatnya ombak yang menghempas karang. Selain itu, air mancur ini juga mengeluarkan suara unik yang mirip dengan siulan sehingga disebut seruling laut. Masyarakat setempat juga percaya bahwa air yang dikeluarkan batu karang tersebut dapat membuat kita awet muda.
Menurut saya, Pantai Klayar ini kurang cocok untuk berenang karena ombaknya yang besar, namun pantai ini sangat cocok untuk dinikmati suasana dan pemandangannya. Bagi anda yang suka berfoto-foto, pantai ini sangat sempurna untuk anda karena banyak sekali spot-spot indah untuk difoto. Untuk mendapatkan foto yang bagus pun tidak sulit karena pantai ini tergolong sepi. Pecinta selancar juga akan menyukai pantai ini karena ombaknya yang besar.

Lokasi Pantai Klayar

Pantai Klayar
Pantai Klayar
Untuk mencapai Pantai Klayar, anda harus menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan karena saat ini belum ada kendaraan umum yang melintas secara rutin. Perlu diingat bahwa jalan menuju Pantai Klayar banyak yang sempit, berlubang, dan dalam kondisi kurang baik, anda harus berhati-hati ketika menempuh perjalanan supaya sampai dengan selamat. Selain itu anda juga akan melewati jalan yang naik turun dan berliku-liku di pinggir tebing, sangat disarankan untuk tidak memacu kendaraan dengan cepat karena berbahaya. Bus besar juga dipastikan tidak dapat melewati tikungan-tikungan tajam di sini.
Jarak tempuh dari Yogyakarta adalah sekitar 110 KM dan akan memakan waktu sekitar 3 jam dengan rute Yogyakarta-Wonosari-Wonogiri-Pacitan, sedangkan dari kota Pacitan jaraknya adalah sektiar 40 KM, atau sekitar 1 jam perjalanan.
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Secara geografi, sebagian besar wilayah Pacitan merupakan pegunungan kapur, sehingga kurang cocok untuk menanam padi. Oleh karena itu bila anda tidak melihat padi di sepanjang jalan menuju Pantai Klayar, anda tidak perlu heran. Biasanya masyarakat Pacitan lebih menyukai menanam singkong karena kondisi ini.

Informasi Lain

  • Kualitas sinyal ponsel di daerah wisata ini kurang baik.
  • Sudah terdapat lumayan banyak penginapan berupa homestay dengan biaya sektiar 100,000 Rupiah per kamar.
  • Banyak warung makanan yang menawarkan mie ayam, bakso, soto, dan lain-lain.
  • Harga tiket masuk adalah 2,000 Rupiah, belum termasuk biaya parkir kendaraan

5 Gunung Paling Indah Untuk Jalur Pendakian Di Indonesia

Mendaki gunung tidak selamanya demi mencapai puncak, tapi juga menikmati jalan sepanjang pendakian. Dari seluruh gunung di Indonesia, banyak yang memiliki jalur pendakian dengan pemandangan menggoda mata.

Menurut Harley B Sastha, penulis seri buku 'Mountain Climbing for Everybody' jalur yang indah bisa berbeda bagi setiap orang. Karena, menurutnya, ada yang suka dengan vulkanologinya, ada juga yang suka dengan aspek biologis yang ada di sana.

Berikut adalah 5 Gunung Paling Indah Untuk Jalur Pendakian Di Indonesia :
1. Papandayan, Jawa Barat

Jalur Pendakian Paling Indah

Papandayan terkenal sebagai gunung yang paling cocok untuk pendaki pemula. Dengan ketinggian 2.665 mdpl, Papandayan di Garut tidak cuma jadi surganya para pendaki pemula, tapi juga semua orang.

Di sana yang indah bagian vulkanologinya. Efek letusan dan pepohonan yang mengering membuat pendakian jadi lebih menarik. Selagi mendaki, pemandangan yang tersaji seperti padang edelweiss akan memanjakan para pendaki. kawah-kawah yang cantik dan menarik dipandang mata, membuat siapapun bisa melupakan kelelahan yang sedang trekking.
Karena bagusnya, banyak juga yang akhirnya menjadikan papandayan sebagai tempat foto pre wedding. Efek letusannya menampilkan pohon-pohon yang mengering, berpadu dengan abu-abu letusan.
2. Argopuro, Jawa Timur

Jalur Pendakian Paling Indah
Keindahan Gunung Argopuro di Jember, Jatim ini tak bisa ditolak siapapun. Sebagai gunung yang memiliki trek terpanjang di Pulau Jawa, Argopuro juga menawarkan pemandangan beragam dan tak kalah eksotis.
Jika ingin mencari sabana, di sini ada banyak dan indah. Sungainya juga jernih, dan yang tak boleh terlewat adalah Danau Taman Hidup yang misterius sekaligus sangat anggun. Kadang, saat pendakian, bisa melihat merak lalu-lalang maupun terbang melintas.
Bagi pecinta hewan, ada banyak jenis yang bisa ditemui di sini seperti rusa, babi hutan, lutung, monyet dan lainnya. Gunung ini juga memiliki jenis vulkanik yang menarik. Ingin yang eksotis, Argopuro juga punya hutan lumut yang membuat Anda terlena.
Nah, bagi pecinta sejarah, gunung ini juga memiliki situs. Bahkan, situs yang konon merupakan sisa peninggalan Dewi Rengganis. Inilah situs paling tinggi di Pulau Jawa.
3. Rinjani, Lombok

Jalur Pendakian Paling Indah

Saat mendaki dan cuaca sedang cerah, Rinjani akan menampilkan kecantikan maksimalnya. Ada banyak pemandangan yang bisa ditemui di sana. Tak heran jika gunung ini masuk sebagai salah satu pemilik jalur pendakian terindah di Indonesia.
Segara Anakan dengan anak gunung yang bernama Gunung Barujari di sampingnya membuat pemandangan terlihat sempurna, terutama saat sunrise.
Selain Segara Anakan, ada juga 7 Bukit Penyesalan. Meski medannya cukup sulit, namun 7 Bukit Penyesalan juga memiliki pemandangan yang indah, ini bisa mengurangi kelelahan mendaki bukit. Di puncaknya, saat cerah, kamu bisa melihat Gunung Agung, Laut Bali, dan Gunung Tambora.
Yang tak kalah menarik, saat perjalanan menurunnya. Ada mata air panas, ada juga air terjun Sendang Gile di Senaru.
4. Semeru, Probolinggo

Jalur Pendakian Paling Indah

Gunung Semeru semakin terkenal setelah film '5 Cm meledak di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu. Banyak wisatawan yang ingin melihat sendiri bagaimana cantiknya Danau Ranu Kumbolo dan eksotisnya Kalimati.
Alun-alunnya, atau padang rumputnya sangat cantik. Tak lupa tentu saja, Danau Ranu Kumbolo yang sangat indah terutama saat mentari pagi mengintip genit. Ada juga, padang bunga nan menggoda mata yaitu Oro-oro Ombo.

Eksotisme sangat terasa di Kalimati, di mana abu berjatuhan pada beberapa waktu. Pasirnya yang hitam juga mendukung keunikan dan keindahan dari kawasan Kalimati.
5. Tambora, Sumbawa


Jalur Pendakian Paling Indah

Inilah gunung dengan caldera terdalam di dunia, dan terbesar di Asia. Gunung Tambora berdiri dengan gagahnya, menguarkan keanggunan yang tak bisa dielakkan.

Tahun 2015 mendatang adalah tepat 2 abad ledakan Tambora. Ledakan yang menyisakan kawah sedemikian megah dan membuat siapapun terkagum-kagum.

Riak kecil dan anak gunung menyempurnakan pemandangan. Saat musim hujan, caldera akan diselimuti dengan rerumputan nan hijau. Juga, tebing-tebing calderanya terlihat makin cantik.

Nah, itulah 5 Gunung Paling Indah Untuk Jalur Pendakian Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak tempat yang terletak di ketinggian dan mempunyai keindahan yang sangat sayang apabila dilewatkan. 


Dan berikut ini 20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia bagian pertama yang layak didatangi, baik gunung maupun non gunung. Dijamin tidak akan menyesal walau setelahnya lelah mendera. 

1. Gunung Lawu, Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl ini terletak diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mendaki Gunung Lawu dapat dilalui lewat 3 jalur: Cemoro Sewu, Cemoro Kandang danJalur Srambang.Di awal perjalanan kamu bisa menemui hutan pohon pinus. Juga pemandangan seperti negeri diatas awan di beberapa titik. 
Di trek menuju puncak cukup banyak terdapat jalan landai untuk kamu menarik nafas. Trek sebenarnya dimulai setelah pos 3. Tapi pemandangan indah dipuncak Lawu pasti bisa membayar kelelahanmu.

2. Puncak Jaya, Papua

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Inilah gunung tertinggi dan jadi tempat yang paling layak kamu daki. Puncak Jaya berada di ketinggian 4.844 mdpl. Gunung ini merupakan satu - satunya gunung di Indonesia yang puncaknya diselimuti salju abadi. Puncak Jaya menjadi tujuan pendakian idaman bagi banyak pendaki dalam dan luar negeri. 
Untuk mendaki Puncak Jaya kamu mesti bersusah-payah menaklukkan medan yang berat. Stamina yang kuat juga menjadi keharusan untuk menghadapi alam yang ganas. Nabire, menjadi tempat strategis sebagai awal untuk menggapai Puncak Jaya. Dari situ kamu bisa menyewa pesawat perintis untuk mengantarkanmu ke basecamp pendakian. 

3. Gunung Rinjani, Lombok

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini memiliki ketinggian 3.762 mdpl. Keindahan gunung Rinjani sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.Butuh waktu 7 hingga 10 hari dengan perjalanan dari kota asalmu masing-masing untuk tuntas mendaki Rinjani. 

Namun semua kelelahan akan terbayar dengan keindahan Rinjani dan damainya Danau Segara Anak.Perjalanan di medan yang cukup berat akan terbayar lunas setelah kita sampai di puncak. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen - Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. 

4. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung Kelimutu sangat tersohor dengan danau tiga warnanya. Gunung ini juga masuk sebagai salah satu gunung dari 5 gunung di Indonesia yang memiliki jalur pendakian terindah.
5. Gunung Kerinci, Sumatera

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung ini dikenal sebagai gunung berapi tertinggi di Sumatera. Kerinci juga menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah puncak gunung di Papua.Berada pada ketinggian 3.805 mdpl, melalui puncaknya kamu bisa melihat keindahan kota Jambi, Bengkulu dan Padang.
Gunung Kerinci memiliki kawah yang berisi air jernih serta Danau Bento, yang terletak di sebelah timur. Danau Bento merupakan rawa air tawar tertinggi di Sumatera. Mendaki kesini akan setimpal kan dengan keindahannya.
6. Gunung Semeru, Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini jadi makin terkenal karena film 5 cm. Semeru adalah gunung yang wajib kamu daki minimal sekali di dalam hidupmu.Semeru menawarkan banyak pemandangan cantik.

Di etape pertama kamu akan disuguhi keindahan danau Ranu Kumbolo. Kemudian disusul dengan magisnya hamparan Lavender di Oro-Oro Ombo. Dalam perjalanan menuju puncak pun kamu akan tetap disuguhi pemandangan yang indah. Sunrise di puncak tertinggi Pulau Jawa pasti ingin membuatmu kembali.

7. Anak Gunung Krakatau, Selat Sunda

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Kalau pernah nonton film Krakatoa pasti tahu betapa dahsyatnya ledakan gunung ini dahulu. Bahkan sampai bisa memisahkan Sumatera dan Jawa.Gunung dengan ketinggian 230 meter di atas permukaan laut ini merupakan anak dari erupsi "Sang ibu" gunung Krakatau pada tahun 1883.
Keindahan alam yang ditawarkan di pulau ini bukan hanya Gunung Anak Krakatau saja. Saat menginjakkan kaki disini, kamu akan disuguhi oleh hamparan pasir pantai berwarna hitam. Pasir pantai yang berwarna hitam merupakan pasir vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau, yang masih aktif meletus hingga sekarang.

Banyuwangi Menyibak Keindahan dan Kealamian di Timur Pulau Jawa

Banyuwangi memiliki apapun yang dibutuhkan para petualang yang haus regukan kemegahan alam Nusantara.  Dari sinilah Matahari bangkit di Timur Pulau Jawa lalu menyibak begitu banyak keindahan dan kealamian nan memukau. Banyuwangi juga menjadi rumah bagi suku Osing yang merupakan  sub-suku Jawa dengan bahasa jawa tertua dan telah melahirkan ragam seni dan budaya yang begitu memikat.

Jelajahi Banyuwangi dan mulailah buka pintu gerbang petualangan Anda ke alam bebas liar tempat hewan-hewan menakjubkan menemukan kandangnya di alam atau hutan tertua di Pulau Jawa yang mistis, tempat selancar yang melegenda dan mendunia di G-Land-Pantai Plengkung, savanah seperti di Afrika yang ada di Baluran,  atau Pantai Sukamade yang merupakan tempat pengembangan penyu. Dari Banyuwangi pula Anda dapat menaiki Kawah Ijen untuk menyaksikan langsung seperti apa api biru yang hanya ada dua di dunia bersama aktivitas para penambang belerang tradisional yang bersahaja.

Kabupaten Banyuwangi sendiri memiliki luas sekira 5.800 km2 dimana bentang alamnya begitu lengkap dari pesisir pantai yang indah hingga pegunungan menjulang megah pada Gunung Raung (3.282 m) dan Gunung Merapi (2.800 m).  Kabupaten Banyuwangi berada persis  di ujung paling timur Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, selat Bali di Timur, Samudera Hindia di selatan, dan Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat.

Selain sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa, Banyuwangi juga merupakan tempat penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Di Pantai Timur Banyuwangi, tepat di Selat Bali, merupakan penghasil ikan terbesar dengan Muncar sebagai pelabuhan perikanannya. Banyuwangi juga sejak dahulu dikenal sebagai penghasil pisang, hampir di setiap pekarangan rumah warga di pelosok terdapat pohon pisang.

Karena Banyuwangi menjadi wilayah perlintasan dari Jawa ke Bali maka terjadilah perpaduan kebudayaan bersama andil sejarah Kerajaan Blambangan yang memengaruhinya dahulu. Kebudayaan Banyuwangi diresapi budaya Jawa, Bali, Madura, Melayu, Eropa, Tionghoa, dan juga budaya lokal suku jawa osing. Beberapa kesenian khas Banyuwangi diantaranya adalah: tari gandrung, barong kemiren, seblang, janger, rengganis, hadrah kunthulan, patrol, mocopatan pacul goang, jaranan butho, barong, kebo-keboan, angklung caruk, serta gedhogan. Banyuwangi Etno Carnival menjadi acara yang tepat untuk menyaksikan beragam kesenian khas Banyuwangi tersebut dan juga event paling meriah yang dinantikan wisatawan.

Banyuwangi secara harfiah bermakna air yang harum, banyu artinya air dan wangi artinya harum. Sebuah nama yang dikaitkan dengan cerita rakyat tentang kesetiaan istri seorang patih yang direbut oleh rajanya sendiri. Sang istri pun tewas di tangan suaminya ketika sang patih mengetahuinya ia bersama raja. Sang istri bermaklumat sebelum dibunuh suaminya sendiri bahwa kesetiannya akan dibuktikan dengan air sungai tempat darahnya tumpah akan menjadi harum. Sang patih yang amat mencintai istrinya itu pun hidup dalam penyesalan selepasnya.

Tempat Wisata di Kediri Yang Menarik Untuk Dikunjungi


Ada beberapa tempat wisata yang terkenal dan menarik untuk dikunjungi jika anda sedang berada di Kediri. Beberapa tempat wisata tersebut adalah Air Terjun Dolo, Gumul Paradise Island, Candi Surowono dan Monumen Simpang Lima Kediri. Jika anda adalah orang yang suka akan tempat wisata yang menyajikan keindahan alam, maka Air Terjun Dolo ini adalah salah satu pilihan yang tepat untuk anda kunjungi sebagai salah satu tempat wisata di Kediri yang wajib untuk dikunjungi. Untuk mencapai lokasi air terjun ini memang diperlukan usaha dan tenaga yang cukup besar karena jaraknya yang lumayan jauh dan medan yang cukup sulit untuk dapat mencapai air terjun ini. Namun, anda tidak perlu khawatir, karena semua usaha dan tenaga yang anda keluarkan untuk dapat sampai di Air Terjun Dolo ini tidak akan sia-sia karena air terjun ini menyajikan pemandangan yang menakjubkan.
 Pemandangan yang indah dan masih alami inilah yang membuat banyak wisatawan berbondong-bondong untuk datang dan mengunjungi tempat wisata di Kediri satu ini. Tempat wisata di Kediri ini memang sangat cocok bagi anda yang memang menginginkan suasana yang alami yang dapat menenangkan hati dari aktivitas keseharian anda.
 Selain tempat wisata yang menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan, kota Kediri ini juga memiliki berbagai macam tempat wisata sejarah yang dapat anda kunjungi untuk memperdalam informasi anda mengenai sejarah dan fenomena lainnya yang dulu pernah terjadi di Kediri. Pada jaman dahulu kala, kerajaan Majapahit pernah berkuasa di kota Kediri ini. Namun, kejayaan kerajaan ini sekarang hanyalah tinggal cerita belaka karena saat ini hanya ada beberapa peninggalan bersejarah saja yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa kerajaan tersebut pernah berjaya di kota Kediri. Candi Surowono merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Majapahit yang memiliki ukiran atau relief pada dinding candi Surowono yang mengandung arti dan makna yang sangat bersejarah dari kejayaan kerajaan Majapahit di masa lampau.

Tempat Wisata di Sidoarjo Yang Menarik Untuk Dikunjungi


Tempat wisata di Sidoarjo yang bernuansa keindahan alam yaitu Pantai Ketingan. Pantai ini terletak di Desa Sawoan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Pantai Ketingan merupakan salah satu pantai yang memiliki keindahan alam yang menarik bagi pengunjungnya yang akan menghabiskan waktu liburan di Jawa Timur terutama di Kabupaten Sidoarjo. Kemudian wana wisata yang memiliki nuansa pantai selanjutnya yaitu Petik Laut Sidoarjo yang terletak di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Wana wisata ini memiliki keindahan alam.
Selanjutnya tempat wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi yaitu Candi Pari, Candi Dermo, Makam Putri Ayu Sekar Dadu, Klenteng Teng Swi Bio, Klenteng Tjong Hok Kiong, Prasasti Airlangga, Masjid Agung Sidoarjo, Museum Mpu Tantular.
Lokasi Candi Pari sendiri terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Tempat wisata di Sidoarjo yang memiliki nilai sejarah berikutnya adalah Candi Dermo yang terletak di Dusun Dermo, Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Makam Putri Ayu Sekar Dadu terletak di Dusun Kepentingan, Desa Sawoan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Klenteng Teng Swi Bio terletak di Jalan Raya Krian nomor 124, dan Klenteng Tjong Hok Kiong terletak di Jalan Hang Tuah nomor 32.
Kemudian tempat wisata yang bernilai sejarah berikutnya yakni Prasasti Airlangga terletak di Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Lalu Masjid Agung Sidoarjo yang terletak di sebelah Barat Alun-Alun Kota Sidoarjo dan Museum Mpu Tantular yang terletak di Jalan Raya Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Berburu Air Bertuah di Makam Mbah Bungkul Surabaya

Salah satu tempat wisata religi di Kota Surabaya adalah makam Mbah Bungkul. Tempat itu selalu ramai dikunjungi para peziarah. Terutama menjelang bulan Ramadan. Tak hanya dari Surabaya, orang-orang yang datang ke kuburan itu juga banyak dari luar kota. Tokoh Mbah Bungkul memang masih menyimpan banyak misteri. Sebab tak banyak penelitian yang menguak sosok ini. Kisah-kisahnya kebanyakan berasal dari cerita rakyat.

Nama Mbah Bungkul ditemukan pada Babad Ngampeldenta, yang ditulis lebih dari seabad silam. Naskah itu kini terdapat di Yayasan Panti Budaya Yogyakarta. Selain itu, nama Mbah Bungkul juga ada dalam Babad Risakipun Majapahit Wiwit Jumenengipun Prabu Majapahit Wekasan Dumugi Demak Pungkasan.
Mbah Bungkul masuk Islam setelah bertemu dengan Raden Rahmad alias Sunan Ampel. Pertemuan keduanya terjadi saat Sunan Ampel singgah ke Desa Bungkul saat melakukan perjalanan dari Trowulan, Ibukota Majapahit, menuju Kalimas di Ampel Denta. Sekarang, tak ada nama Desa Bungkul. Tapi konon desa itu masih masuk dalam peta Surabaya pada tahun 1800-an. Dan sekarang makam Mbah Bungkul sendiri terletak di Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

 Terlepas siapa sebenarnya Mbah Bungkul, yang jelas para peziarah yakin tokoh dalam makam itu merupakan penyebar Islam di tanah Jawa. Sehingga, mereka berziarah ke makam Mbah Bungkul untuk mendoakannya. Tak hanya berdoa. Banyak peziarah di makam Mbah Bungkul memburu air sumur kuno yang berada di areal makam. Para peziarah yakin air dari sumur yang konon dibuat dalam semalam oleh Sunan Ampel dan Mbah Bungkul ini tersimpan karamah. Sehingga mereka yakin air sumur ini bertuah dan memiliki khasiat, terutama untuk kesehatan. Mereka meminum air dari sumur ini dan bahkan membawanya pulang dalam kemasan-kemasan botol.

 Nama Mbah Bungkul juga diabadikan untuk nama taman yang berada di balik tembok makam. Tahun lalu taman yang disebut Taman Bungkul itu meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Taman Bungkul yang diresmikan tujuh tahun silam itu dinilai sebagai taman terbaik se-Asia. (Ism, Dari berbagai sumber)

Warisan Kebesaran Kerajaan Majapahit

Inilah saatnya Anda membangkitkan rekaan imajinasi tentang kehidupan dari sebuah kerajaan terbesar di Indonesia lebih dari 700 tahun yang lalu. Ya, inilah situs Kerajaan Majapahit dari masa abad  XIII – XV Masehi. Berlokasi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur sebagai tempat dimana Anda dapat mengenang kebesarannya dan tidak lagi menganggap bahwa kita hanya tahu dari buku sejarah atau pelajaran saat sekolah dahulu.

Trowulan adalah satu-satunya situs kota di Indonesia yang luasnya mencapai 11 x 9 km 99 km² dan menyimpan ratusan ribu peninggalan arkeologis, baik yang sudah ditemukan maupun yang masih terkubur. Berwisata ke tempat ini bukan sekedar liburan, namun Anda juga bisa menapaki sejarah besar dari sebuah kerajaan yang menjadi inspirasi Bangsa Indonesia tentang "Persatuan Nusantara". Selain itu Anda akan mengetahui bagaimana tingkat peradaban di Trowulan di masa Majapahit, mulai dari sistem pemerintahan, perdagangan, hubungan luar negeri, teknologi, arsitektur, pertanian, hingga seni kerajinan.

Kerajaan Majapahit berdiri 1293 M setelah runtuhnya Kerajaan Singosari. Didirikan oleh Raden Wijaya, awalnya berpusat di daerah Hutan Tarik yang banyak terdapat Pohon Maja yang buahnya pahit, oleh karena itu dinamakan Majapahit. Raden Wijaya sendiri adalah menantu Raja Singosari yaitu Kertanegara dari garis keturunan Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari. Dia menjadi raja pertama Majapahit hingga 1309 M.

Kebesaran Majapahit mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang mengikrarkan Sumpah Palapa untuk mempersatukan Nusantara. Majapahit berhasil merangkai jejaring perniagaan lokal dan regional dengan komoditi beras dan hasil bumi yang ditukar dengan rempah-rempah, keramik, dan tekstil. Mata uang yang digunakan adalah uang gobog dan uang ma dari emas atau perak, uniknya mata uang Cina dari Dinasti Tang, Song, Ming, dan Qing berlaku juga di Majapahit. Dalam kehidupan beragama terjadi penyatuan agama Siwa dengan Budha, selain berkembang agama Karesian dan Islam. Hal ini menunjukan Majapahit sebagai negara multikultur dan masyarakatnya hidup damai dengan berbagai aliran kepercayaan secara harmonis. Majapahit mengalami pasang surut akibat perebutan tahta di kalangan keluarga raja hingga akhirnya mengalami keruntuhanya abad XV M.

Bangunan keraton Majapahit diperkirakan seperti rumah bertingkat dengan atap dari kayu tipis, tembok dari bata, lantainya dari anyaman tikar pandan atau rotan. Sementara rumah penduduk umumnya dari atap jerami. Situs-situs di Trowulan telah dipugar untuk menjaga keindahannya. Situs Trowulan ini ramai pengunjung terutama hari Sabtu-Minggu dan liburan sekolah. Setiap harinya rata-rata 50-an orang pada hari-hari biasa dan rata-rata 170-an orang pada hari liburan dan liburan sekolah.

Situs Trowulan sendiri pertama kali muncul dalam literatur berjudul “History of Java I” yang ditulis Sir Stamford Raffles tahun 1817. Raffles mengatakan bahwa nama Trowulan berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan. Saat ditemukan seluruh situs ini tertutup hutan jati yang cukup lebat, sehingga dia tidak terlihat sebagai sebuah kota klasik.

Situs kota kota klasik Trowulan dibagi beberapa segmen yang memperlihatkan perannya dimasa lalu. Dibangun dengan pola ruang kanal air diduga ada hubungannya dengan konsep mandala yang digunakan sebagai acuan dan dasar pembagian kosmologis kota ini. Kolam Segaran membuktikan hal tersebut tak ubahnya bagai telaga di tengah kota. Berdasarkan sketsa rekonstruksi Kota Majapahit dan foto udara memperlihatkan kota lama ini memiliki sistem kanal pengairan untuk drainase dan pasokan air yang dibuat dalam garis lurus memanjang barat laut-tenggara dan timur laut-barat daya.

Back To Top