-->

Tempat Wisata Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur

Pulau ini merupakan habitat asli binatang komodo, sejenis kadal raksasa pemakan daging. Di Pulau Komodo terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang hidup di alam bebas. Anda bisa melihat komodo yang sedang mengincar mangsanya di banyak lokasi di tempat ini. Sangat penting untuk berkeliling bersama pemandu untuk alasan keselamatan selama berada di sini.
Pada tahun 1986, UNESCO menetapkan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo sebagai situs warisan dunia karena keberadaan komodo yang hanya bisa ditemui di kawasan ini. Habitat dari hewan yang terancam punah ini adalah alam terbuka dengan padang rumput, pantai berpasir putih dan hutan hujan tropis.
Pulau Komodo meraih penghargaan sebagai New Seven Wonders of Nature yang merupakan penghargaan untuk tujuh tempat wisata alam terbaik di dunia. Penentuan pemenang diperoleh dari hasil voting dan penelitian para ahli, pulau Komodo berhasil meraih voting tertinggi bersama enam tempat wisata lainnya yaitu Air Terjun Iguazu, Hutan Amazon, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, Teluk Halong, Pulau Jeju dan Table Mountain.
komodo
komodo
Komodo sendiri merupakan binatang reptil sejenis kadal raksasa pemakan daging yang panjangnya bisa mencapai 2 – 3 meter dengan berat 100 – 165 kg. Binatang ini memiliki nama ilmiah Varanus Komodoensis, sedangkan warga setempat menyebut binatang ini dengan nama ‘Ora’. Jika dilihat, komodo memang menyeramkan, dengan badan yang besar, kuku yang tajam, kulit yang bersisik dan memiliki lidah bercabang dua yang selalu menjulur. Mangsa utama komodo adalah babi, kuda, rusa, musang, kerbau dan beruk.

Sekilas sejarah Pulau Komodo

Pulau Komodo
Pulau Komodo
Pada tahun 1910, Letnan Steyn Van Hens Broek pergi ke Pulau Komodo untuk membuktikan laporan pasukannya yang mengatakan bahwa terdapat binatang semacam naga di pulau ini. Broek bersama pasukannya yang sudah terlatih kemudian memutuskan untuk datang ke pulau ini untuk memburu binatang tersebut. Dia dan pasukannya berhasil membunuh satu komodo yang kemudian difoto dan dikirim ke Botanical Garden di Bogor.
Tahun 1912 adalah tahun pertama kali keberadaan komodo diketahui umum melalui jurnal yang ditulis Peter A. Ouwens dan dimuat di surat kabar harian milik Hindia Belanda. Ouwens merupakan Direktur Museum Zoologi di Bogor. Kemudian pada tahun 1915, pemerintahan Belanda mulai melarang pemburuan komodo karena khawatir binatang ini akan punah.

Apa yang bisa dilakukan di Pulau Komodo?

Selain melihat kehidupan komodo di habitat aslinya, ada banyak hal lain yang bisa Anda lakukan di Pulau Komodo:

Trekking

Pantai Pulau Komodo
Pantai Pulau Komodo
Pulau Komodo tak hanya berisi binatang komodo, Selain komodo, ada banyak binatang lain yang menghuni pulau ini seperti kuda, rusa, berbagai spesies burung, ular, biawak dan masih banyak lagi. Salah satu cara untuk menikmati pulau ini adalah dengan melakukan trekking. Anda bisa melihat binatang-binatang tersebut saat trekking di Pulau Komodo.
Saat trekking, Anda akan diajak mendaki Gunung Ara yang memiliki ketinggian 538 meter di atas permukaan laut. Anda juga akan melewati Water Hole yang merupakan tempat minum dan beristirahat komodo. Anda bisa melihat komodo-komodo yanng sedang minum atau berteduh di bawah pohon di sekitarnya.
Ada empat jalur trekking yang bisa Anda pilih, mulai dari short, medium, long sampai adventure. Panjangnya jalur trekking ini adalah 1 – 8 km tergantung jenis yang Anda pilih. Jika memilih long dan adventure, Anda akan diajak melewati hutan, sungai dan perbukitan yang indah. Sedangkan untuk short, perjalanan akan berakhir di atas perbukitan dengan pemandangan teluk yang mengagumkan. Namun, keempat jalur trekking tersebut akan melewati Water Hole sehingga Anda tak perlu bingung memilih jalur yang mana.
Selama trekking, Anda dan rombongan akan ditemani seorang ranger atau pemandu sekaligus pawang komodo. Ranger akan membekali Anda dengan tongkat yang ujungnya bercabang dua. Dikatakan bahwa tongkat tersebut dibuat dari satu jenis pohon yang bisa menjadi senjata untuk melemahkan komodo. Jika komodo menyerang atau mengejar tiba-tiba, ujung tongkat yang bercabang digunakan untuk menekan leher komodo, dalam waktu singkat komodo akan melemah dan berhenti menyerang

Menyelam dan Snorkeling

Pulau Komodo
Pulau Komodo
Pulau Komodo tak hanya menawarkan keindahan alam daratan saja. Alam bawah laut di pulau ini juga tak kalah indah. Ada sekitar 386 jenis terumbu karang, 70 jenis bunga karang, rumput laut sebagai rumah bagi ribuan jenis ikan, penyu hijau, paus, hiu, lumba-lumba dan lain-lain.
Alam bawah laut Pulau Komodo dan kawasan Taman Nasional Komodo disebut sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia. Saat menyelam atau snorkeling di sini, Anda dapat menyaksikan keindahan biota laut yang sangat kaya dan beragam. Dari sekian banyak titik menyelam yang ada, berikut adalah tiga titik menyelam terbaik di Pulau Komodo menurut banyak penyelam:

Batu Samsia
Batu Samsia adalah salah satu titik menyelam yang menjadi favorit. Anda bisa menyusuri serangkaian saluran air dan dapat berinteraksi dengan kura-kura, hiu dan beraneka macam ikan kecil lainnya.

Toko Toko
Toko Toko disebut sebagai istana batu dalam air. Berada di kedalaman 7 meter di bawah permukaan laut, Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang dengan berbagai warna dan ikan-ikan yang berenang di antara karang.

Crystal Rock
Titik ini juga menjadi favorit para penyelam. Berada di kedalaman 5 meter, Anda bisa menemukan katak ikan, Barramundi Cod, Parrotfish dan beberapa jenis ikan lainnya.
Waktu terbaik untuk menyelam di perairan ini adalah pada bulan Maret – Desember. Hal ini dikarenakan arah angin, suhu air, kuat arus dan musim yang mempengaruhi jarak pandang saat menyelam terhitung baik pada bulan-bulan tersebut.

Apa lagi yang menarik di Pulau Komodo?

Pantai Pink Pulau Komodo
Pantai Pink Pulau Komodo
Di pulau ini terdapat satu pantai yang sangat unik yaitu Pink Beach. Pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Merah Muda, namun warga sekitar lebih suka menyebutnya sebagai Pantai Merah. Pantai Merah Muda ini memiliki pasir pantai yang berwarna merah muda, warna tersebut akan semakin terlihat jelas pada saat pasir basah oleh ombak.
Menurut penelitian, warna merah muda di pantai ini disebabkan oleh serpihan koral yang hancur dan bercampur dengan pasir pantai. Di dunia tercatat hanya terdapat tujuh pantai dengan pasir berwarna merah muda dan yang berada di Pulau Komodo ini adalah salah satunya.
Pink Beach Pulau Komodo
Pink Beach Pulau Komodo
Keindahan pantai ini bukan hanya pada warna pasirnya yang unik. Alam bawah laut di sini juga terkenal indah. Pantai ini juga seringkali dijadikan lokasi menyelam dan snorkeling.

Transportasi

Transportasi di Pulau Komodo bisa dilakukan melalui udara, darat dan laut atau gabungan dari ketiganya.

Udara

Jika menggunakan pesawat, Anda akan terbang dari Denpasar menuju Labuan Bajo. Setelah itu Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal ferry untuk ke Pulau Komodo.

Laut

Anda bisa berangkat dari Tanjung Benoa, Bali, menuju ke Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, perjalanan menuju Pulau Komodo dilanjutkan dengan menggunakan kapal ferry.

Darat

Tersedia bus dari Denpasar menuju Labuan Bajo. Bus akan menyeberang menggunakan kapal ferry. Sesampainya di Labuan Bajo, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kapal ferry lagi menuju Pulau Komodo.
Selain tiga pilihan tersebut, Anda juga bisa memilih Live on Board. Jika Anda memilih Live on Board, Anda akan menginap di atas kapal selama beberapa hari untuk menuju kawasan Taman Nasional Komodo. Selama perjalanan Anda bisa menyelam bersama rombongan dan pemandu. Fasilitas yang diberikan pun terhitung lengkap mulai dari kamar tidur, makan dan juga toilet. Harga yang dikenakan berkisar antara 175 – 10.000 USD per malam tergantung berapa hari paket yang Anda pilih serta fasilitas yang ada. Kapal berangkat dari Bima, Bali, Lombok dan Labuan Bajo.

Akomodasi

Banyak wisatawan memilih untuk menginap di hotel yang ada di Labuan Bajo. Namun selain dari hotel di Labuan Bajo, ada alternatif penginapan lain:

Kapal sewaan

Selain untuk berkeliling, Anda juga bisa menggunakan kapal sewaan untuk menginap. Sebagian kapal telah dilengkapi dengan tempat tidur, toilet dan paket makan. Biaya sewa dan fasilitas tergantung pada besarnya kapal yang Anda sewa.

 Rumah penjaga Pulau Komodo

Anda bisa homestay di rumah penjaga atau ranger Pulau Komodo. Rumah ini berbentuk rumah panggung dengan persediaan listrik terbatas. Umumnya listrik akan dipadamkan pada pukul 22:00.

5 Wisata Air Paling Keren Di Indonesia

Air merupakan benda cair yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan semua mahluk hidup yang ada dibumi. Sumber air juga bermacam-macam mulai dari mata air, sungai, danau dan tak jarang tempat-tempat tersebut dapat dijadikan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Indonesia.

1. Raja Ampat

Raja Ampat

Wisata air yang berada di Papua ini merupakan gugusan empat pulau yang berdekatan yang terletak di kepala burung Pulau Papua. Air laut di Raja Ampat sangat indah bagaikan berlian yang berbinar dan tempat ini sekarang menjadi tempat tujuan para penyelam.
 
2. Danau Tiga Warna

Danau Tiga Warna

Danau Kalimutu atau yang terkenal dengan sebutan Danau Tiga Warna. Danau ini terletak dipuncak Gunung Kalimutu Flores Nusa Tenggara Timur. Dijuluki tiga warna karena danau ini memiliki tiga warna yakni biru, merah dan putih namun warna tersebut berubah-ubah seiring waktu. Untuk menaklukan puncak gunung ini kamu cukup menaiki anak tangga hingga sampai kepuncaknya.
 
3. Karimun Jawa

Karimun Jawa

Karimun Jawa merupakan tempat wisata air yang sangat indah terletak di kepulauan laut Jawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Ditempat ini kamu bisa menikmati keindahan pantai yang memiliki air yang jernih dan berwarna biru. Di Karimun Jawa kamu cukup dengan snorkeling kamu sudah dapat melihat keindahan bawah lautnya yang memukau.
 
4. Air Terjun Bajuin

Air Terjun Bajuin

Air terjun Bajuin berada di Kalimantan Selatan tepatnya di kecamatan Pelaihari, kawasan lereng pegunungan Meratus. Dan berjarak 10 Km jika kamu dari Kab. Tanah Laut, Di air tejun bajuin terdapat 3 air terjun dengan ketinggian yang berbeda-beda. Tak jauh dari sini juga ada wisata alam goa marmer.
 
5. Pemandian Lubuk Minturun

Pemandian Lubuk Minturun

Jika kamu berjalan-jalan ke kota Padang mungkin kamu harus mencoba ke pemandian Lubuk Minturun. Ya, namanya memang kurang populer tapi disini kamu akan menemukan air yang sangat alami yang belum terkontaminasi karena berasal dari pegunungan.
 
Nah, itulah 5 Wisata Air Paling Keren Di Indonesia semoga bisa menambah wawasan anda.
 

5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak pantai dan pulau, karena itulah indonesia memiliki lokasi selam yang sangat indah di dunia. Nah oleh karena itu kami akan 
memberikan informasi ni, 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia :


1. Taman Laut Bunaken – Sulawesi Utara 

Tempat Menyelam Paling Keren

Taman Laut Bunaken menjadi salah satu titik penyelaman internasional yang membuat banyak sekali ahli biologi laut, fotografer, dan penyelam di seluruh dunia jatuh cinta. Bahkan dalam Sail Bunaken 2009, dilaporkan ribuan penyelam mendatangi Bunaken untuk memecahkan rekor menyelam massal terbanyak sebesar 3.000 orang.
 
Ada lima pulau utama di Taman Laut ini yakni Bunaken, Manado Tua, Montehagen, Nain dan Siladen. Setiap pulau di sana memiliki ekosistem yang berbeda dan tentunya pengalaman menyelam yang berbeda pula. Ingin berkunjung ke sini?
 
2. Pulau Komodo – Nusa Tenggara Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru, pulau Komodo memiliki banyak hal yang patut dibanggakan dan populer selain satu-satunya habitat hewan purba Komodo di dunia.
 
Berkunjung ke pulau Komodo, kamu akan disambut oleh air yang hangat, suasana yang tenang, karang aneka warna yang bisa ditemukan di perairan dangkal, ratusan jenis ikan-ikan karang, pari, gurita cincin biru dan masih banyak lagi. Komodo memang menjadi pusat keanekaragaman laut di dunia. Bangga dong ya pastinya.
 
3. Pulau Kangean – Jawa Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Kepulauan Kangean adalah nama dari kepulauan yang terdiri dari banyak pulau-pulau yang membentang di bagian timur pulau Madura, Jawa Timur. Kangean memiliki luas 30 ribu hektar dan potensi wisata yang besar.
 
Di sini kamu bisa menemukan ragam terumbu karang dan ikan aneka warna yang bisa dilihat dari permukaan karena lautan yang berwarna biru super jernih, jauh dari polusi.
 
Meski dibandingkan tujuan wisata lain, potensi ekowisata di pulau Kangean memang belum sepenuhnya dikembangkan maksimal. Di sini kamu masih bisa menemukan hal-hal yang alami dan justru itulah yang menjadi daya tarik turis. Mau berkunjung?
 
4. Pulau Maratua – Kalimantan Timur

Tempat Menyelam Paling Keren

Maratua adalah sebuah pulau besar dengan laguna yang super luas. Hal yang terkenal di sini adalah dinding penyelaman yang spektakuler. Tidak heran jika Maratua menjadi ibukota penyu di Indonesia karena penangkaran penyu di Maratua sangat luar biasa dan kamu bisa merasakan sensasi menyelam bersama penyu.
 
Tak hanya itu, berbagai ukuran terumbu dan batuan karang bisa kamu temukan di Maratua serta pulau-pulau di sekitarnya yang tidak bisa ditemukan di lokasi menyelam populer lainnya di dunia. Namun yang paling menyenangkan menyelam di Maratua adalah arus bawah airnya yang ramah dan sangat jernih di dalam air sampai jauh dari permukaan. Disebutkan di sini masih bisa melihat jelas sampai 30 meter di bawah permukaan air laut.
 
5. Raja Ampat – Papua Barat

Tempat Menyelam Paling Keren

Raja Ampat terletak di ujung barang laut Semenanjung Kepala Burung di pulau Papua. Berbanggalah Indonesia, karena Raja Ampat menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia.
 
Sejauh ini Raja Ampat memiliki kekayaan hayati bawah air tertinggi yang pernah dicatat di dunia ini. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau-pulau kecil dengan empat pulau utama yakni Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo.

Namun bagi kamu penyelam pemula, Raja Ampat bukanlah tempat yang tepat karena memiliki arus bawah air yang kuat. Kerennya di beberapa kawasan di Raja Ampat ada tempat penangkaran ikan, budidaya hiu, pari ataupun penyu. Raja Ampat memiliki pemandangan indah luar biasa baik dilihat dari udara ataupun di bawah air.

Nah, itulah 5 Tempat Menyelam Paling Keren Di Indonesia. semoga menambah wawasan anda.

20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak tempat yang terletak di ketinggian dan mempunyai keindahan yang sangat sayang apabila dilewatkan. 


Dan berikut ini 20 Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia bagian pertama yang layak didatangi, baik gunung maupun non gunung. Dijamin tidak akan menyesal walau setelahnya lelah mendera. 

1. Gunung Lawu, Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl ini terletak diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mendaki Gunung Lawu dapat dilalui lewat 3 jalur: Cemoro Sewu, Cemoro Kandang danJalur Srambang.Di awal perjalanan kamu bisa menemui hutan pohon pinus. Juga pemandangan seperti negeri diatas awan di beberapa titik. 
Di trek menuju puncak cukup banyak terdapat jalan landai untuk kamu menarik nafas. Trek sebenarnya dimulai setelah pos 3. Tapi pemandangan indah dipuncak Lawu pasti bisa membayar kelelahanmu.

2. Puncak Jaya, Papua

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Inilah gunung tertinggi dan jadi tempat yang paling layak kamu daki. Puncak Jaya berada di ketinggian 4.844 mdpl. Gunung ini merupakan satu - satunya gunung di Indonesia yang puncaknya diselimuti salju abadi. Puncak Jaya menjadi tujuan pendakian idaman bagi banyak pendaki dalam dan luar negeri. 
Untuk mendaki Puncak Jaya kamu mesti bersusah-payah menaklukkan medan yang berat. Stamina yang kuat juga menjadi keharusan untuk menghadapi alam yang ganas. Nabire, menjadi tempat strategis sebagai awal untuk menggapai Puncak Jaya. Dari situ kamu bisa menyewa pesawat perintis untuk mengantarkanmu ke basecamp pendakian. 

3. Gunung Rinjani, Lombok

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini memiliki ketinggian 3.762 mdpl. Keindahan gunung Rinjani sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.Butuh waktu 7 hingga 10 hari dengan perjalanan dari kota asalmu masing-masing untuk tuntas mendaki Rinjani. 

Namun semua kelelahan akan terbayar dengan keindahan Rinjani dan damainya Danau Segara Anak.Perjalanan di medan yang cukup berat akan terbayar lunas setelah kita sampai di puncak. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen - Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. 

4. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung Kelimutu sangat tersohor dengan danau tiga warnanya. Gunung ini juga masuk sebagai salah satu gunung dari 5 gunung di Indonesia yang memiliki jalur pendakian terindah.
5. Gunung Kerinci, Sumatera

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung ini dikenal sebagai gunung berapi tertinggi di Sumatera. Kerinci juga menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah puncak gunung di Papua.Berada pada ketinggian 3.805 mdpl, melalui puncaknya kamu bisa melihat keindahan kota Jambi, Bengkulu dan Padang.
Gunung Kerinci memiliki kawah yang berisi air jernih serta Danau Bento, yang terletak di sebelah timur. Danau Bento merupakan rawa air tawar tertinggi di Sumatera. Mendaki kesini akan setimpal kan dengan keindahannya.
6. Gunung Semeru, Jawa Timur

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini jadi makin terkenal karena film 5 cm. Semeru adalah gunung yang wajib kamu daki minimal sekali di dalam hidupmu.Semeru menawarkan banyak pemandangan cantik.

Di etape pertama kamu akan disuguhi keindahan danau Ranu Kumbolo. Kemudian disusul dengan magisnya hamparan Lavender di Oro-Oro Ombo. Dalam perjalanan menuju puncak pun kamu akan tetap disuguhi pemandangan yang indah. Sunrise di puncak tertinggi Pulau Jawa pasti ingin membuatmu kembali.

7. Anak Gunung Krakatau, Selat Sunda

Surga Dunia Yang Ada Di Indonesia

Kalau pernah nonton film Krakatoa pasti tahu betapa dahsyatnya ledakan gunung ini dahulu. Bahkan sampai bisa memisahkan Sumatera dan Jawa.Gunung dengan ketinggian 230 meter di atas permukaan laut ini merupakan anak dari erupsi "Sang ibu" gunung Krakatau pada tahun 1883.
Keindahan alam yang ditawarkan di pulau ini bukan hanya Gunung Anak Krakatau saja. Saat menginjakkan kaki disini, kamu akan disuguhi oleh hamparan pasir pantai berwarna hitam. Pasir pantai yang berwarna hitam merupakan pasir vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau, yang masih aktif meletus hingga sekarang.

Air Terjun Cunca Rami Asyiknya Berenang di Kolam Renang Alami

Kegiatan berenang memang menjadi favorit banyak orang. Selain menyenangkan, kegiatan ini pun merupakan olah raga menyehatkan. Berenang di kolam renang mungkin sudah biasa namun bagaimana apabila sesekali berenang di kolam renang alami yang sumber airnya melimpah dari air terjun yang indah?
Nah, apabila Anda berkesempatan mengunjungi Pulau Flores bagian Barat, sempatkan waktu Anda untuk menyambangi dan berenang di Air Terjun Cunca Rami. Air terjun ini adalah satu dari tiga air terjun di tengah hutan tropis Flores yang eksotis dan alami di kawasan Manggarai Barat. Pesona air terjun alami ini dapat Anda nikmati tepatnya di Desa Cunca Lolos yang merupakan pintu pendakian ke puncak Mbeliling, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Berada di dalam kawasan Hutan Mbeliling, air terjun ini adalah atraksi ekowisata utama bagi hutan yang berfungsi sebagai sumber air bagi daerah sekitar termasuk Labuan Bajo. Berjarak sekira 30 kilometer dari Kota Labuan Bajo—ibukota Manggarai Barat yang sekaligus pintu masuk untuk menikmati keindahan alam Flores—perjalanan berkendara menuju Desa Cunca Lolos adalah sekira 1 jam. Dari desa ini, perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki (trekking) selama kurang lebih 1 jam.
Berada di ketinggian sekitar 1200 m dpl, kontur jalur menuju air terjun dominan menurun dengan melintasi medan yang bervariasi sejauh kurang lebih 2 kilometer. Sekembalinya dari air terjun, bersiap-siaplah untuk melintasi jalur mendaki.
Dalam perjalanan menuju air terjun cantik ini, Anda tidak akan bosan dengan suguhan pemandangan alam yang bervariasi. Jalur trekking dimulai dari perkampungan penduduk, melewati hutan pohon kemiri dan ladang penduduk yang mayoritas petani. Anda akan pula melintasi persawahan yang subur dan melihat kerbau-kerbau pembajak sawah bebas berkeliaran. Saat tiba untuk menyeberangi sungai kecil yang jernih, Anda sudah akan sampai di Cunca Rami. Dari kejauhan, pesona air terjun yang di kiri dan kananya dipenuhi pepohonan yang hijau sudah akan nampak dalam pandangan.
Air terjun ini kian terkenal di kalangan wisatawan karena debit airnya cukup besar. Selain itu, air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian mencapai 100 meter itu memiliki kolam alami yang cukup besar menampung aliran air yang jatuh sehingga sangatlah cocok untuk tempat  berenang. Sebagai kawasan yang belum banyak dikunjungi wisatawan dan belum dikembangkan, air terjun ini masih sangat jernih dan bersih. Latar alam pegunungan dan hutan tropis hijau alami serta udara pegunungan sejuk adalah penambah kecantikan air terjun ini.
Cunca Rami berasal dari bahasa flores; cunca artinya air terjun dan rami berarti hutan.  Jadi, Cunca Rami dapat diartikan air terjun di tengah hutan.

Objek Wisata Taman Laut 17 Pulau Riung, Ngada Flores

Taman Laut 17 Pulau Riung merupakan gugusan pulau-pulau yang besar dan kecil terhampar memanjang dari Toro Padang di sebelah barat hingga Pulau Pangsar di sebelah Timur. Keseluruhan dari pulau-pulau tersebut hampir tidak dihuni oleh manusia. Lokasi Taman Laut 17 Pulau Riung berada di Kecamatan Riung yang meliputi lima desa, yaitu: Sambinasi, Nangamese, Benteng Tengah, Tadho dan Lengkosambi.

Untuk tiba ke sini dapat ditempuh melalui jalan bukit berliku dan aspal sempit yang naik turun. Terkadang, pengunjung harus menepis rasa ngeri merayap jalanan di tepi jurang. Akan tetapi, apa yang menunggu di sana nantinya adalah keelokan yang “memukau” sanggup membuai siapapun.

Riung masih tersembunyi dari keramaian. Hanya wisatawan mancanegara tanpa kemeja yang masih sering terlihat hilir mudik di kota kecil ini. Mereka nampaknya baru setengah jalan menikmati agenda petualangan di salah satu taman laut terbaik di Flores. Sungguh jauh mereka dari kampung halaman di negeri empat musim sana. Tapi keramahan penduduk yang polos membuat suasana seperti di lingkungan mereka yang lebih lengang, tak seperti Jakarta atau Surabaya, apalagi Bali.

Sekilas, Riung seperti kota kecamatan yang tak mau disentuh keramaian. Nyatanya, memang demikian karena akses yang begitu jauh dan menantang, melewati bukit berlipat-lipat yang juga hampir melebihi kata “memukau”. Di salah satu bagian perjalanan menuju Riung dari Bajawa di tepi selatan, kerumunan bukit tundra hijau yang ditumbuhi beberapa pohon lontar seolah kue ulang tahun, memberi sensasi saat bahagia itu terasa.

Masyarakat pesisir pantai Riung  dihuni masyarakat Oting Bajo yang sebagian besar terkenal sebagai penghuni lautan di Nusantara. Mereka tak banyak memperlihatkan diri selain di lingkungan perumahan di tepi pantai dan area dermaga Riung yang sunyi. Sebagian masyarakat lainnya bercocok tanam lahan kering dan juga membuka usaha homestay bagi pengunjung.

Di balik kesunyian dermaganya yang menjadi tempat berlabuhnya belasan perahu nelayan Bajo, terdapatlah kawasan wisata laut yang dikenal sebagai Tujuh Belas Pulau. Kawasan ini merupakan kumpulan pulau-pulau kecil yang terdiri dari 20 lebih pulau yang indah. Nama “tujuh belas” digunakan agar mudah diingat karena nilai sakral 17 bagi negeri kita (Red: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia).

Nama pulau-pulau yang ada di sini adalah: Pulau Ontoloe (terbesar), Pulau Pau, Pulau Borong, Pulau Dua, Pulau Kolong, Pulau Lainjawa, Pulau Besar, Pulau Halima (Pulau Nani), Pulau Patta, Pulau Rutong, Pulau Meja, Pulau Bampa (Pulau Tampa atau Pulau Tembang), Pulau Tiga (Pulau Panjang), Pulau Tembaga, Pulau Taor, Pulau Sui dan Pulau Wire. Kawasan darat wilayah ini merupakan hutan kering dimana hampir seluruh pesisir pantainya ditumbuhi pohon bakau.

Apa fauna yang hidup di sini? Ada beragam hewan khas yaitu: komodo, biawak timor, ayam hutan, musang, kera, landak, rusa timor, kuskus, buaya, elang, bluwok, bangau putih, burung nuri, tekukur, burung wontong atau burung gosong, dan kelelawar bangau hitam, dan burung perkici dada kuning.

Di bawah lautnya Anda akan menemukan mawar laut melambai-lambai memesona. Apa yang Anda nanti lihat itu sebenarnya merupakan kumpulan telur kelinci laut raksasa yang terikat oleh lendir dan membentuk rumbaian berwarna merah menyala.

Jejak Purba di Gua Indonesia

Anda ingin menelusuri atau melihat jejak-jejak purba yang tertinggal dalam sebuah Gua di Nusantara, Yup, pantas kalau anda cek gua-gua seperti Gua Tiangko, Gua Leang-Leang, dan Gua Liang Bua.Yang pertama ada Goa Tiangko yang berada di kecamatan Sungai Manau, Jambi.  Lantas kenapa dinamakan Gua Tiangko, ya tak lain karena gua itu terletak di  Desa Tiangko.  
sumber foto: www.jambitourism.co.id
Apa saja yang purba di dalam Goa dengan luasnya yang hanya 206 meter persegi dan lebar mulut bagian depan setinggi 4 meter serta mulut bagian belakang setinggi 11,5 meter ini? Gua ini merupakan rekam jejak zaman prasejarah diperlihatkan. Berdasarkan hasil penelitian Bennet Bronson dan Teguh Amat pada tahun 1974, di tempat ini ditemukan lapisan tembikar yang dibawahnya terdapat alat-alat obsidian. Penemuan itu pun lantas menyimpulkan bahwa Goa Tiangko menjadi permukiman tertua di Jambi.

           Gua ini dindingnya berupa ceruk-ceruk bebatuan yang ditumbuhi lumut,  langit-langitnya pun dipenuhi sarang burung walet dan kelelawar yang bergelantungan. Di goa ini juga bisa ditemui batu kapiler yang membentuk stalktit dan stalakmit dengan berbagai ornamen yang menakjubkan. Udara sejuk menyeruak ketika memasuki goa dan terdengar suara tetesan air yang jatuh ke bebatuan.
Kedua adalah kawasan Gua Leang-Leang, gua ini merupakan  satu dari ratusan gua yang tersebar di perbukitan cadas Maros, kecamatan Bantimurung, Sulawesi Selatan. Leang yang dalam bahasa makasar artinya Gua, dalam bahasa indonesia adalah liang yang berarti lubang.
Di kawasan Gua Leang Leang itu, ada dua gua yaitu Gua Leang Burung dan Gua Petta Kere. Gua Leang Burung dulunya adalah tempat dimana burung walet dan kelelawar bersarang dengan populasinya yang semakian berkurang.
Nah, kalau Gua Petta Kere ini dikenal sebagai gua yang ada lukisan gambar-gambar prasejarah pada dinding goanya. Pada jalanan menuju Gua Petta Kere terdapat batu-batuan besar berwarna hitam yang tersusun rapi, konon dulunya tempat ini merupakan lautan, dan batu-batu tersebut merupakan batu yang berada di dasar lautan, namun seiring berjalannya lautan itu bergeser akhirnya menjadi daratan.
sumber foto: www.travel.detik.com
Dari cerita masyarakat lokal menyebutkan keberadaan dari gambar tangan dengan jari lengkap itu bermakna sebagai penolak bala, sementara gambar dengan 4 jari telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari.
Ritual yang dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya. Gambar babi rusa gemuk yang terpanah jantungnya merupakan gambaran sejarah manusia purbakala yang dulunya hidup berburu.
Jejak purba itu ditemukan dua arkeolog asal Belanda yaitu Van Heekeren dan Mrs. Heeren Palm. Di tahun 1950-an  mereka menemukan gambar-gambar pada dinding Gua Leang-leang. Soal usia lukisan purba di Gua itu diperkirakan berumur 5.000 tahun. Beberapa arkeolog bahkan berpendapat bahwa goa tersebut telah didiami sejak 3.000 SM (Sebelum Masehi).
Gua Liang Bua, NTT, Gua Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
sumber foto:www.kaskus.com
Fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores yang memiliki tinggi badan hanya sekitar 100 cm dan beratnya 25 kg ditemukan di gua ini. Tengkorak manusia itu diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu, yang hidup bersama dengan gajah-gajah pigmi dan komodo. Pada 2001 telah dilakukan eskavasi arkeologi yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia.(berbagai sumber)

Rekreasi bersama Monyet

Tak jarang apabila kita bermain-main ke sebuah tempat wisata, terlebih lagi apabila tempat wisata itu berada di tengah-tengah hutan atau di dekat dengan hutan, kita banyak menjumpai monyet-monyet yang berkeliaran. Entah monyet-monyet itu liar atau pun jinak, tetapi yang jelas jikalau kita memberinya kacang atau pisang pastilah monyet itu datang dengan rasa laparnya yang tak pernah kenyang.

Tak heran pula di beberapa tempat wisata yang ada monyet di dalamnya, bertebaran warung-waung kecil yang menjajakan makanan untuk sang monyet. Namun tak ada salahnya mengeluarkan sedikit kocek di dalam kantong untuk membeli dan merupakan keasyikan tersendiri juga melihat tingkah laku monyet itu jika dilemparkan makanan.  Yup, di tempat wisata mana saja kita bisa menjumpai monyet-monyet,  dibawah ini ada beberapa pilihannya

1. Gua Monyet Alak
Gua Monyet Alak di NTT dilihat dari namanya saja itu sudah mengisyaratkan bahwa akan ada banyak monyet di tempat wisata itu. Benar saja justru itu merupakan keunikan dari tempat wisata yang satu ini lantaran monyet-monyet yang ada disana cukup jinak dan merupakan pemandangan keseharian bagi pengguna jalan menuju Pelabuhan Tenau-Kupang.
sumber foto: www.ronald-balweel.blogspot.com

Namanya juga monyet, perilaku tentu saling berkejaran layaknya seoarang anak kecil, bergelantungan dan melompat dari dahan ke dahan, saling bercengkrama dan bergulingan sesekali berkelahi memperebutkan sesuatu adalah hal normatif bagi seekor monyet.

Terlebih lagi dengan jumlah monyet yang ada dalam kawasan ini sebanyak 327 ekor yang terbagi dalam empat kelompok, hal itu tentu menjadi keasikan tersendiri. Kelompok terbanyak berjumlah sekitar 180 ekor, sementara kelompok terkecil hanya sekitar 40 ekor saja. Lantaran dipelihara dan dikelola sejak tahun 1998 oleh pemerintah kabupaten disana, setiap harinya monyet-monyet ini diberi makanan berupa jagung.

2.Gua Kreo
Nah, sedikit ke tengah pulau Jawa Tepatnya di Semarang ada kawasan wisata yang bernama Gua Kreo yang berada di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Gunung Pati. Andalan objek wisata ini jelas merupakan Gua yang menurut legenda menjadi tempat petilasan dari Sunan Kalijaga. 
sumber foto:www.putra-semarang.blogspot.com
Namun di sekitar gua tersebut banyak dihuni oleh monyet-monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Sebelas dua belas dengan monyet di Gua Monyet Alak, monyet disini pun terrmasuk monyet yang cukup jinak  dan bisa bergaul dengan warga di sekitar Goa Kreo. Tetapi ada baiknya juga apabila anda menyiapkan “sangu” untuk sang monyet, salah-salah monyet itu sedang lapar dan kebetulan anda sedang memagng makanan, mereka bisa s mengganggu atau bahkan menggambil makanan, terutama jika Anda sedang berada dekat dengan air terjun

3.Hutan Monyet Ubud dan Hutan Wisata Sangeh
Kita tinggalkan Jawa Tengah, sekarang menuju di Bali. Di daerah Gianyar tepatnya di sekitar 26 km dari Ibukota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil Wenara Wana yang dihuni oleh ratusan kera yang meninggali hutan kecil tersebut. Kera-kera itu pun lumayan jinak dan bisa diajak bermain secara aktif oleh pengunjung yang datang ke kawasan wisata ini. 
sumber foto:www.beritadaerah.com

Disini anda dapat menyaksikan kera-kera yang lucu nan jenaka namun juga sedikit nakal. Selain melihat monyet anda juga bisa melihat pekuburan para leluhur masyarakat Bali beserta bangunan pura yang kental akan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu, anda dapat sesekali menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).

Wenara Wana juga disebut Hutan Monyet Ubud yang juga merupakan sebuah cagar alam dan kompleks candi yang di dalamnya terdapat lebih kurang 340 kera berekor panjang. Kera –kera itu terdiri dari 32 jantan dewasa, 19 jantan muda, 77 betina dewasa, 122 remaja, dan 54 ekor bayi kera. Disana juga ada sedikitnya empat kelompok monyet yang menempati lokasi berbeda di taman tersebut.

Masih di Bali, selain di Wenara Wana ada juga Hutan Wisata Sangeh yang terletak kurang lebih 20 Km ke arah kota Denpasar, desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Di sana anda akan menemui hutan seluas kurang lebih 6 hektar dengan pohon-pohonnya yang tinggi menjulang di tepi jalan raya. Pohon-pohon yang tumbuh di hutan ini bisa mencapai ketinggian 40 meter dan telah berusian ratusan tahun. Hutan ini juga sebagai tempat habitat alami monyet-monyet yang mendiami wilayah ini.

Monyet-monyet bebas berkeliaran di sana tanpa takut terganggu oleh aktivitas manusia di sekitarnya. Suasana ini bener-bener memberikan pengalaman serasa berada di alam liar, sekaligus melupakan sebenarnya anda berada di suatu objek wisata. Di dalam hutan hijau yang sejuk ini anda juga dapat menemukan komplek pura kecil yang diselimuti lumut hijau, tersembunyi di sela-sela pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang yang disebut Pura Bukit Sari. Pura yang terletak di tengah-tengah kawasan Hutan Sangeh ini dan sangat dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh. (berbagai sumber)

Back To Top