
Patiayam
berada di salah satu bukit gunung Muria, yaitu gunung Slumpit, terdapat
konkresi breksi vulkanik yang diikuti oleh puluhan materi pasir dan
lempung tufaan. Situs tersebut tak lain merupakan endapan purba hasil
letusan gunung Muria. Fosil-fosil yang berhasil ditemukan pada situs ini
adalah sisa-sisa manusia purba Homo Erectus berupa 1 buah gigi
prageraham bawah dan 7 buah pecahan tengkorak manusia, yang diternukan
oleh Dr. Yahdi Yain dari Geologi ITB Bandung pada tahun 1979. Temuan
lainnya berupa tulang belulang binatang purba antara lain : Stegodon
trigonochepalus (gajah purba), Elephas sp (sejenis Gajah), Rhinoceros
sondaicus (badak), Bos banteng (sejenis banteng), Crocodilus, sp
(buaya), Ceruus zwaani dan Cervus/Ydekkeri martim (sejenis Rusa)
Corvidae (Rusa), Chelonidae (Kura-Kura), Suidae (Babi Hutan), Tridacna
(Kerang laut), dan Hipopotamidae (Kudanil). Fosil-fosil yang ditemukan
di situs Patiayam ini memiliki keistimewaan, yaitu sebagian situs yang
ditemukan bersifat utuh.
Namun
walaupun begitu, menurut pemaparan Tim Balar, perawatan terhadap benda
bersejarah tersebut hingga saat ini masih kurang optimal terutama karena
belum tersedia tempat penyimpan berbagai benda itu secara memadai.
Sebagian benda itu, katanya, disimpan di kantor dinas terkait dan lainnya di rumah warga yang disewa untuk penyimpanan sementara waktu.
Sebagian benda itu, katanya, disimpan di kantor dinas terkait dan lainnya di rumah warga yang disewa untuk penyimpanan sementara waktu.
Oleh
karena itu, diharapkan pemerintah daerah bisa memberikan solusi untuk
memecahkan masalah ini, demi kelangsungan Situs Patiayam agar bisa
setara dengan situs-situs purbakala lainnya seperti Situs Purbakala
Sangiran dan Cipari.
Situs yang perlu dijaga...
BalasHapus