-->

7 Tempat Wisata di Pontianak yang Wajib Dikunjungi

Pontianak terkenal dengan garis khatulistiwanya. Kota ini memang menjadi salah satu wilayah di dunia yang dilalui oleh garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Untuk menguatkan predikatnya sebagai Kota Khatulistiwa, di Pontianak didirikan sebuah tugu tepat di lokasi yang diduga sebagai garis tengah bumi tersebut. Selain itu, Pontianak juga dilalui oleh dua sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai ini bahkan tergambar dalam logo kota. Tak hanya populer dengan garis khatulistiwa dan Sungai Kapuasnya, kota ini juga memiliki banyak tempat wisata yang bisa dibanggakan. Berikut 7 tempat wisata di Pontianak yang bisa dijadikan pilihan tujuan liburan Anda:

1. Taman Alun-alun Kapuas

Taman Alun-alun Kapuas

Keberadaan Sungai Kapuas tak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Pontianak. Selain menjadi jalur transportasi air, sungai ini juga dimanfaatkan tepiannya sebagai sebuah taman untuk rekreasi keluarga. Tempat wisata di Pontianak yang banyak dikunjungi pada sore dan malam hari ini berada di depan kantor walikota. Taman seluas 3 hektar ini memiliki replika Tugu Khatulistiwa di salah satu sudutnya. Selain itu, ada banyak bangku yang bisa Anda gunakan untuk bersantai sambil menikmati sajian kuliner yang dijual di sekitar lokasi.

2. Keraton Kadriah

Keraton Kadriah

Dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yang merupakan sultan pertama Kesultanan Pontianak, Keraton Kadriah berada di Jalan Tritura, Pontianak. Bangunan didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari kayu belian, kayu di Kalimantan yang dikenal sebagai kayu besi karena kekuatannya.
Di halaman, terdapat meriam kuno peninggalan Jepang dan Portugis. Sedangkan di dalam bangunan, Anda bisa menemukan singgasana sultan dan permaisuri, lengkap dengan foto-foto, pakaian sultan dan berbagai koleksi lain milik sultan. Salah satu koleksi yang unik adalah sebuah Al Quran yang ditulis tangan sendiri oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie.

3. Makam Kesultanan Batulayang

Makam Kesultanan Batulayang

Tempat wisata ini adalah kompleks pemakaman tujuh sultan Pontianak beserta keluarganya. Makam utama di sini tentu saja makam sultan pertama, Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie, yang berada dalam sebuah ruangan tepat di tengah kompleks dan berbentuk mirip bunker kecil. Pintu masuk untuk peziarah dibuat rendah sehingga mereka harus merunduk saat masuk sebagai penghormatan pada sultan. Di luar kompleks terdapat sebuah gundukan batu yang diwarnai hijau. Batu inilah yang disebut sebagai batulayang. Kompleks pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke sini, Anda tidak dipungut biaya.

4. Masjid Jami Pontianak

Masjid Jami Pontianak

Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Bersama keraton, masjid ini menjadi saksi asal mula kota Pontianak. Atap masjid bertingkat empat dan di dalamnya terdapat empat pilar utama dari kayu belian dengan diameter 0,5 meter. Selain itu, masjid yang mampu menampung 1.500 orang jamaah ini dibuat dengan gaya rumah panggung untuk menghindari banjir saat Sungai Kapuas meluap. Masjid Jami Pontianak terletak sekitar 200 meter dari Keraton Kadriah. Setelah dari masjid, Anda bisa mampir ke pasar tradisional yang berada di sisi kiri pintu masuk masjid. Di pasar ini, Anda bisa membeli ikan segar dari Sungai Kapuas.

5. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa

Ini dia tugu yang menjadi kebanggaan warga Pontianak, Tugu Khatulistiwa. Tempat wisata ini berada sekitar 3 km dari pusat kota. Tugu utama terdiri dari empat pilar kayu belian, dua pilar bagian belakang lebih tinggi dari pilar bagian depan. Selain itu, ada tulisan EVENAAR di antara dua pilar belakang. Di sini terdapat museum yang berisi informasi mengenai garis imajinasi bumi ini. Ada juga toko suvenir yang menjual miniatur Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda tidak dipungut biaya. Tapi jika ingin mendapatkan sertifikat bukti kunjungan yang ditandatangani oleh walikota Pontianak, Anda harus membayar 10.000 Rupiah. Saat yang terbaik untuk mengunjungi tempat wisata di Pontianak yang paling populer ini adalah pada tanggal 21 – 23 Maret atau 21 – 23 September. Pada saat itu, terjadi fenomena alam di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga semua benda yang berada di atas garis ini tidak akan memiliki bayangan.

6. Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang

Pantai ini berada di Kecamatan Tujuhbelas atau sekitar 17 km dari kota Singkawang. Pemandangan khas pantai bisa Anda lihat di sini, pasir putih, air jernih kebiruan dan deretan pohon di sekitarnya. Jika duduk bersantai saja tidak cukup untuk Anda, silakan bermain voli, berenang, memancing atau berselancar di sini.
Fasilitas di tempat wisata ini tergolong lengkap, mulai dari hotel, cottage, restoran, toko suvenir sampai diskotik. Untuk bisa menikmati keindahan pantai ini, Anda dikenakan biaya 10.000 Rupiah per orang.

7. Sinka Island Park

Sinka Island Park

Sinka Island Park adalah taman rekreasi terpadu yang ada di Teluk Ma’jantuh, Singkawang. Di tempat wisata ini terdapat kebun binatang, kolam renang sampai pantai. Sinka Zoo merupakan kebun binatang mini yang ada di tempat wisata ini. Di dalamnya terdapat sekitar 200 ekor binatang dari 62 spesies yang ada. Untuk masuk ke kebun binatang ini Anda akan dikenakan biaya 10.000 Rupiah. Jika ingin menikmati panorama pantai, Anda bisa ke Pantai Banjau. Untuk masuk ke pantai ini, Anda harus membayar 20.000 Rupiah. Pantai Banjau ini tepiannya berupa bebatuan sehingga tak cocok untuk berenang. Untuk berenang, Anda bisa ke kolam renang yang telah disediakan. Selain itu, Anda bisa menyeberang dengan jembatan kayu ke Pulau Simping. Pulau ini disebut-sebut sebagai pulau terkecil di dunia. Menariknya, meskipun berukuran kecil, terdapat sebuah klenteng di sini. Untuk bisa menginjakkan kaki di pulau ini, Anda akan dikenakan biaya sebesar 15.000 Rupiah.

5 Tempat Wisata di Samarinda yang Wajib Dikunjungi

Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Kota ini juga menjadi kota dengan penduduk terpadat di Kalimantan. Selama ini Samarinda dikenal dengan kain tenunnya yang bermotif kotak-kotak dengan berbagai warna. Pada kenyataannya, kota ini memilliki banyak potensi pariwisata selain kain tenun khasnya. Jika dibandingkan beberapa kota lain di Indonesia, pariwisata Samarinda tidak banyak dikenal. Namun sebenarnya kota ini memiliki banyak tempat wisata yang layak dikunjungi. Berikut 5 tempat wisata di Samarinda yang tak kalah dengan tempat wisata lain di Indonesia: 

1. Air Terjun Tanah Merah

Air Terjun Tanah Merah

Air Terjun Tanah Merah berada di Dusun Purwosari, Kecamatan Samarida Utara, atau sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda. Tempat wisata ini mudah sekali diakses dengan kendaraan umum, Anda hanya perlu naik angkot jurusan Pasar Segiri – Sungai Siring.
Air terjun dengan tinggi 15 meter ini tergolong unik. Air yang mengalir akan terlihat jernih dan bersih, namun saat di bawah, air akan berubah menjadi keruh kemerahan. Hal ini dikarenakan tanah di sini berjenis gambut. Meskipun begitu, tempat wisata di Samarinda ini masih banyak dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan.
Jika tak ingin bermain air dan basah, Anda bisa duduk di gazebo sambil menikmati keindahan air terjun ini. Selain bersantai di gazebo, Anda juga bisa memuaskan perut di warung makan sekitar. Jika membawa anak kecil, di kawasan air terjun ini juga disediakan area bermain anak.

2. Pulau Beras Basah

Pulau Beras Basah

Pulau Beras Basah berada di Bontang, Kalimantan Timur, tepatnya di Selat Makassar. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Samarinda untuk mencapai tempat wisata ini. Lamanya perjalanan akan terbayarkan saat Anda melihat sendiri keindahan Pulau Beras Basah.
Pemandangan pasir putih dan air jernih kebiruan akan membuat Anda melupakan perjalanan panjang menuju ke sini. Anda juga akan disambut oleh sebuah mercusuar tinggi yang sudah tak terpakai. Keindahan pulau ini tak hanya sebatas pasir putih dan panorama pantainya, alam bawah laut Pulau Beras Basah tak bisa dilewatkan.
Jangan lupa membawa bekal karena pulau ini masih alami dan tak berpenghuni. Untuk penginapan, Anda bisa menemukannya di kota Bontang.

3. Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid ini terletak di Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda. Dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2008, Masjid Islamic Center menjadi salah satu tempat wisata religi yang paling banyak dikunjungi di kota ini.
Arsitektur masjid terinspirasi dari Hagia Sophia di Turki, misalnya pada kubah besarnya yang bermotif. Masjid ini memiliki satu menara utama setinggi 99 meter yang disesuaikan dengan asmaul husna, dan enam menara dengan ukuran lebih pendek yang melambangkan rukun iman. Selain itu, anak tangga menuju ke lantai utama masjid berjumlah 33 buah, jumlah yang sama dengan butiran tasbih.
Tak hanya menjadi rumah ibadah, masjid ini juga menjadi tempat wisata. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang untuk melihat kemegahan masjid ini. Pada malam hari, Masjid Islamic Center Samarinda terlihat sangat cantik dari kejauhan dengan latar Sungai Mahakam.

4. Telaga Permai Batu Besaung

Telaga Permai Batu Besaung

Tempat wisata di Samarinda ini merupakan sebuah kawasan hijau yang biasa digunakan sebagai lokasi berkemah. Meskipun tidak berkemah di sini, namun Anda maih bisa menikmati keindahan Telaga Permai Batu Besaung ini.
Tanah di kawasan ini memiliki ketinggian yang bervariasi sehingga sungai yang melaluinya jadi menyerupai air terjun pendek. Anda bisa berendam dan bermain di tampungan airnya yang dangkal. Selain itu, Anda juga bisa berjalan menjelajahi kawasan ini untuk melihat keindahannya.
Telaga permai Batu Besaung hanya berjarak 15 km dari pusat kota Samarinda.

5. Pulau Kumala

Pulau Kumala

Pulau Kumala merupakan tempat wisata di Samarinda yang berada di tengah Sungai Mahakam. Pulau ini berasal dari pengendapan lumpur sungai. Jika dilihat, bentuknya memanjang menyerupai perahu yang terbalik.
Tempat wisata ini disebut mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah yang berada di Jakarta. Hal ini dikarenakan Pulau Kumala juga menggambarkan budaya Kalimantan mulai dari bangunan adat, candi dan juga patung lembu.

5 Tempat Wisata di Balikpapan yang Wajib Dikunjungi

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata Balikpapan? Kota Minyak? Benar. Kota yang berada di kawasan Kalimantan Timur ini memang dikenal dengan sumber daya minyaknya yang tinggi. Balikpapan disebut sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia. Kota ini juga memiliki kualitas udara yang lebih baik dibanding beberapa kota besar lainnya.
Apa lagi yang menarik dari Balikpapan? Kota ini memiliki berbagai tempat wisata yang wajib dikunjungi. Alam Balikpapan sangat indah mulai dari pantai sampai hutannya. Ada juga landmark yang menjadi kebanggaan kota ini. Ingin pergi liburan ke Balikpapan? 

1. Pantai Kemala

Pantai Kemala

Pantai Kemala tak hanya menjadi tempat wisata favorit warga setempat, namun juga para pengunjung dari luar kota. Tempat wisata ini berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Jend. Sudirman, sehingga mudah untuk diakses dari mana saja. Kesan pertama saat mengunjungi pantai ini adalah suasananya yang mirip dengan Pantai Jimbaran di Bali mulai dari pasir putih, ombak kecil sampai deretan pohon kelapa di sekitar pantai.
Selain bersantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenamnya, Anda juga bisa melakukan berbagai kegiatan seperti flying fox, jetski dan juga banana boat. Tak hanya suasananya yang mengingatkan dengan Bali, di sini juga terdapat satu tempat makan yang dinamakan D’Jimbaran Resto yang menawarkan kuliner khas nusantara dan Eropa.

2. Pantai Melawai

Pantai Melawai

Pantai Melawai berada tidak jauh dari Pantai Kemala. Meskipun lokasi kedua tempat wisata ini tidak jauh namun suasana yang ditawarkan cukup jauh berbeda. Jika Pantai Kemala terkesan mewah dengan hidangan ala Eropanya, di pantai ini Anda bisa menikmati kuliner dengan harga yang lebih terjangkau. Ada banyak penjual makanan di sekitar pantai, menu yang ditawarkan beragam mulai dari bakso, pecel lele, es kelapa dan masih banyak lagi.
Waktu yang tepat untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Balikpapan ini adalah saat sore hari menjelang malam. Pada saat itu, penjual makanan sudah ramai menggelar dagangannya. Anda bisa menikmati pemandangan matahari terbenam sambil bersantai menikmati makanan Anda dengan duduk lesehan di atas tikar yang telah disiapkan.

3. Pantai Lamaru

Pantai Lamaru

Pantai berikutnya yang juga menjadi tempat wisata favorit adalah Pantai Lamaru. Pantai ini berada di Desa Teritip, sekitar 14 km dari pusat kota atau bisa ditempuh dalam 30 menit perjalanan. Pasir pantai yang halus dan air yang jernih sangat cocok digunakan untuk bersantai atau berjemur. Selain berenang dan bermain air, Anda bisa bermain flying fox dan banana boat. Anda juga bisa berkeliling pantai dengan menggunakan andong atau menunggang kuda. Seru, ya?
Fasilitas di tempat wisata ini tergolong cukup lengkap, mulai dari tempat parkir yang luas, kamar ganti, toilet, mushola sampai tempat makan. Selain itu, Anda juga bisa menyewa tikar dan ban renang dengan harga 10.000 Rupiah saja. Pantai Lamaru buka mulai pukul 07:00 sampai 18:00 dan tiket masuk yang dikenakan adalah 10.000 Rupiah tiap orang.

4. Penangkaran Buaya Teritip

Penangkaran Buaya Teritip

Tak jauh dengan Pantai Lamaru, Anda bisa mengunjungi Penangkaran Buaya Teritip. Penangkaran buaya dengan luas 5 hektar ini menjadi salah satu tempat wisata di Balikpapan yang banyak dikunjungi. Selain ada lebih dari 1.500 ekor buaya, di sini juga ada kandang ular dan monyet. Ada pula gajah Lampung yang bisa dinaiki untuk berkeliling kawasan penangkaran buaya ini.
Anda penikmat kuliner ekstrim? Coba datang pada saat akhir pekan atau hari libur nasional karena Anda bisa mencicipi sate buaya. Jika tidak bisa datang pada akhir pekan dan mencicipi daging buaya, Anda masih bisa membeli suvenir yang terbuat dari kulit buaya seperti dompet dan ikat pinggang. Penangkaran Buaya Teritip buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 17:00 dengan biaya masuk sebesar 10.000 Rupiah tiap orang.

5. Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tempat wisata ini merupakan hutan hujan tropis yang masih alami. Fasilitas di sini sudah lengkap mulai dari kolam renang, restoran sampai dengan cottage bergaya rumah panggung yang bisa digunakan untuk menginap. Disebut Bukit Bangkirai karena memang terdapat banyak pohon bangkirai di sini, bahkan ada pohon bangkirai yang berusia 150 tahun dengan tinggi mencapai 50 meter dan diameter batangnya 2.3 meter.

Danau Labuan Cermin, Tawar Dipermukaan dan Asin di Bagian Dasarnya

Jauh di pedalaman Kalimantan Timur sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini istimewa karena memiliki diisi oleh 2 organisme dari dunia yang berbeda. Danau ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danau dan tawar di permukannya.

Labuan Cermin terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan.
Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan.

Belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini sehingga terbentuknya fenomena ini masih menjadi misteri. Lapisan keruh berwarna putih itu diduga hasil pembusukan organisme dasar labuhan yang terperangkap dan tak bisa pergi. Dua jenis air di danau ini juga menghadirkan organisme dari dua dunia. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau.

Air asinnya bisa dijumpai pada kedalaman sekitar 2 meter dari permukaan danau. Rupanya ketebalan lapisan air tawar dan air asin bisa berubah sesuai dengan pasang-surut air laut. Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin, airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang.

Untuk menuju tempat ini pengunjung harus menumpang sampan nelayan dan melewati perjalanan selama 15 menit, menembus semak bakau dan hutan. Hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu. Karena jaraknya cukup jauh dari kota, jarang atau hampir tidak ada turis yang berkunjung ke sini. Tempat ini hanya dikenal oleh orang-orang lokal dari sekitar daerah itu. Fasilitas dan prasarana pun masih seadanya.

Tempat bermalamnya adalah sebuah Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan The Nature Conservancy, lembaga pegiat pelestarian lingkungan. PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu.
Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.

Dari beranda kita bisa melihat ikan berseliweran. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang. Tak hanya dikunjungi oleh para nelayan, PIN juga menjadi tempat berkumpul anak-anak nelayan yang hendak menonton film tentang kehidupan laut atau membaca koleksi perpustakaan.

Mengintip Keindahan Gunung Lumut Paser, Kalimantan Timur

Nuansanya persis seperti hamparan karpet. Mulai dari tanah, batu, hingga pepohonan, semuanya dilapisi lumut. Bahkan dahan dan ranting pohon pun tak lepas dari balutan lumut. Saking tebalnya lumut, saat menginjak batu pun terasa empuk meski agak licin. Tidak salah jika kemudian penduduk menyebutnya 'Gunung Lumut. Sesuai namanya, Gunung Lumut (1.210 meter) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dipenuhi berbagai jenis lumut yang beberapa di antaranya sangat langka. Lumut bukan hanya menutupi tanah dan bebatuan, tetapi juga dahan dan ranting pepohonan karena udara di sekitarnya sangat lembab dan basah. Kawasan Hutan Lindung Gunung Lumut luasnya sekitar 42.000 hektare dan puncak tertingginya sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut (dpl). Tidak terlalu tinggi memang, jika dibandingkan dengan gunung-gunung yang ada di Pulau Jawa. Namun, uniknya gunung ini dibalut lumut. Balutan lumut sudah mulai terlihat pada ketinggian sekitar 900 meter dpl, sesuai dengan iklimnya yang basah, lembab, dan suhunya yang rendah.Namun, pada ketinggian 900 meter, lumut baru terlihat sporadis di sela-sela batu, sekitar akar maupun batang pohon yang sudah tumbang. Hamparan lumut yang sangat tebal, baru terlihat pada ketinggian sekitar 1.140 meter dpl.

Pada ketinggian 70 meter menjelang puncak gunung itulah terlihat hamparan lumut yang menutupi kawasan sekitarnya. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya lumut yang menutupi permukaan tanah, batu, dan pepohonan. Warnanya dominan hijau, tetapi ada juga yang berwarna hijau keputih-putihan.

Bentuknya sangat beragam. Ada lumut daun (Muski) yang bentuknya sporotil di atas, ada juga lumut hati (Hepaticeae) yang bentuknya seperti hati. Ada lumut yang menggantung halus dan panjang seperti meteor sehingga disebut Meteoridae, ada juga lumut Leucobryun, yakni lumut yang daunnya berwarna putih. Bahkan ada juga lumut Usnea yang menggantung seperti janggut, tetapi agak kasar seperti sabut kelapa. Saking kuat dan kenyalnya lumut ini, penduduk biasa menggunakannya sebagai isi bantal tidur pengganti kapuk.

Pada masyarakat lain, lumut ini digunakan untuk menghambat proses pengasaman pada gula nira. Ada pula yang menggunakan lumut ini sebagai bahan pembuatan jamu.

Hamparan Pacet
Tidak gampang menaklukan Gunung Lumut. Kendala terbesar terutama tebing yang sangat curam dan jalan setapak yang sangat sempit dan terjal. Bahkan, gunung itu penuh batu-batu tajam yang sangat licin karena dibalut lumut. Begitu salah menginjak, maka bisa tergelincir masuk jurang yang sangat dalam.

Selain lembab, kawasan gunung itu penuh pacet atau lintah yang siap mengisap darah setiap saat. Bukan cuma pacet tanah yang rakus darah, pacet daun yang warnanya indah, tetapi sangat ganas.

Beratnya medan saat mendaki Gunung Lumut akan terobati dengan beragamnya suara-suara binatang hutan. Selain beruk (Macaca nemestrina), juga terdengar lengkingan owa-owa (Hylobates muelleri) dan lutung merah (Presbytis rubicunu). Suara indah burung cucakrowo (Pycnonotus zeylanicus), murai (copsycus sp), dan burung tiung (Gracula religiosa) menjadi hiburan tersendiri saat mendaki Gunung Lumut.

Dr Chandradewana Boer, ahli burung (ornitologi) dari Universitas Mulawarman, Samarinda, mengidentifikasi sedikitnya ada 160 jenis burung di kawasan gunung itu. Jenis yang dominan ialah burung berparuh besar yang langka dan dilindungi, enggang atau rangkong (bucerotidae).

Beragam Jamur
Bukan cuma burung yang banyak terdapat di kawasan hutan lindung penuh bebatuan ini. Gunung Lumut juga kaya berbagai jenis jamur. Dr Djumali Mardji, ahli jamur (mikologi) dari Universitas Mulawarman, Samarinda, yang melakukan penelitian di kawasan Gunung Lumut, menemukan sedikitnya 120 jenis jamur. Dari jumlah itu, 40 jenis di antaranya ditemukan pada ketinggian 600-1.210 meter di atas permukaan laut.

5 Wisata Air Paling Keren Di Indonesia

Air merupakan benda cair yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan semua mahluk hidup yang ada dibumi. Sumber air juga bermacam-macam mulai dari mata air, sungai, danau dan tak jarang tempat-tempat tersebut dapat dijadikan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Indonesia.

1. Raja Ampat

Raja Ampat

Wisata air yang berada di Papua ini merupakan gugusan empat pulau yang berdekatan yang terletak di kepala burung Pulau Papua. Air laut di Raja Ampat sangat indah bagaikan berlian yang berbinar dan tempat ini sekarang menjadi tempat tujuan para penyelam.
 
2. Danau Tiga Warna

Danau Tiga Warna

Danau Kalimutu atau yang terkenal dengan sebutan Danau Tiga Warna. Danau ini terletak dipuncak Gunung Kalimutu Flores Nusa Tenggara Timur. Dijuluki tiga warna karena danau ini memiliki tiga warna yakni biru, merah dan putih namun warna tersebut berubah-ubah seiring waktu. Untuk menaklukan puncak gunung ini kamu cukup menaiki anak tangga hingga sampai kepuncaknya.
 
3. Karimun Jawa

Karimun Jawa

Karimun Jawa merupakan tempat wisata air yang sangat indah terletak di kepulauan laut Jawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Ditempat ini kamu bisa menikmati keindahan pantai yang memiliki air yang jernih dan berwarna biru. Di Karimun Jawa kamu cukup dengan snorkeling kamu sudah dapat melihat keindahan bawah lautnya yang memukau.
 
4. Air Terjun Bajuin

Air Terjun Bajuin

Air terjun Bajuin berada di Kalimantan Selatan tepatnya di kecamatan Pelaihari, kawasan lereng pegunungan Meratus. Dan berjarak 10 Km jika kamu dari Kab. Tanah Laut, Di air tejun bajuin terdapat 3 air terjun dengan ketinggian yang berbeda-beda. Tak jauh dari sini juga ada wisata alam goa marmer.
 
5. Pemandian Lubuk Minturun

Pemandian Lubuk Minturun

Jika kamu berjalan-jalan ke kota Padang mungkin kamu harus mencoba ke pemandian Lubuk Minturun. Ya, namanya memang kurang populer tapi disini kamu akan menemukan air yang sangat alami yang belum terkontaminasi karena berasal dari pegunungan.
 
Nah, itulah 5 Wisata Air Paling Keren Di Indonesia semoga bisa menambah wawasan anda.
 

Loksado : Menyambangi Pesona Pedesaan Suku Dayak di Pegunungan Meratus

Daerah terpencil di Kalimantan Selatan ini dikenal dengan nama Loksado, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi rumah suku Dayak dimana mereka hidup lestari dengan lanskap alam yang megah. Menuju tempat ini maka Anda akan menjelajahi jantung pegunungan Meratus sekira dua setengah jam dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. Berikutnya bersiaplah terhayut dalam  keindahan panorama hutan tropis yang dihiasi rentetan air terjun dan aliran sungai yang membelah lebat hutannya.  
Kawasan pegunungan Meratus sendiri merupakan rumah bagi suku asli Dayak Meratus yang tinggal di rumah-rumah tradisional atau dikenal dengan nama balai. Balai merupakan rumah tradisional suku dayak terdiri dari sepuluh ruangan berukuran 3 sampai 4 meter yang dapat menampung hingga 10 keluarga. Saat ini, setidaknya ada 43 balai dapat ditemukan di 9 desa di Loksado dan yang paling terkenal adalah Balai Hambawang Masam, Balai Adat Malaris, Balai Kacang Parang, dan Balai Haratai.  
Walaupun sudah banyak suku Dayak yang beralih tinggal di rumah modern namun demikian balai-balai ini masih digunakan untuk berbagai kegiatan terutama ritual kepercayaan adat. Sama seperti kebanyakan suku Dayak, Dayak Meratus menganut kepercayaan turun-temurun yaitu Kaharingan yang berarti “kehidupan”. Sistem kepercayaan ini meyakini konsep Dewa Agung yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam serta antara manusia dan Tuhan.
Suku Dayak Meratus mempraktekkan ritual Aruh Ganal yang dilakukan secara besar-besaran. Ada tiga tahapan dalam ritual ini, pertama, Aruh Basambu (behuma/menugal) setelah tanam padi atau sekitar bulan Februari. Kedua, Aruh Bawanang Halin yang dilakukan untuk merayakan musim panen pada Juni. Terakhir adalah Aruh Bawan Banih Hanlin yaitu kegiatan penutupan musim panen pada September. Ritual Aruh Ganal dapat ditemui di beberapa desa seperti di Desa Haratai, Desa Muara Ulang, Desa Lahung, dan lainnya.
 
Kebudayaan suku Dayak sama menariknya dengan kemegahan alam Pegunungan Meratus itu sendiri. Pemandangan lanskap yang subur dihiasi rangkaian air terjun, yaitu: Air terjun Haratai, Ari terjun Riam Hanai, Air Terjun Kilat Api, Air Terjun  Rampah Menjagan, Air terjun Pemandian Anggang, dan Air terjun Tinggiran Hayam. 
Di Pegunungan Meratus juga terdapat Sumber Air Panas Tanuhi dimana Anda bisa menikmati air panas segar langsung dari alam. Hutan tropisnya sendiri memiliki flora mengagumkan diantaranya kantong semar (Nepenthes distillatoria) dan anggrek meratus (Dendrobium hepaticum). 
 
Salah satu keindahan di Loksado yang tidak boleh terlewatkan adalah Sungai Amandit yang mengalir melewati jantung hutan Pegunungan Meratus. Sungai yang memiliki air jernih dan segar ini dihiasi bebatuan, anak sungai dan jembatan tradisional. Untuk melengkapi semua keindahan ini, menaiki rakit bambu dan menelusuri sepanjang aliran sungai akan memberikan sensai tersendiri.

Tempat Wisata di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan

Kota Banjarmasin merupakan ibukota dari provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin merupakan pusat pemerintahan provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki posisi sangat strategis secara geografis sehingga kota ini menjadi pintu gerbang dan pusat kegiatan ekonomi nasional. Kota Banjarmasin dijuluki dengan sebutan kota seribu sungai karena Banjarmasin mempunyai sedikitnya 25 pulau kecil yang merupakan bagian-bagian kota yang dipisahkan oleh sungai. Sehingga tidak heran jika berbagai tempat wisata Banjarmasin cukup banyak yang berhubungan dengan sungai, seperti Jembatan Barito dan Pasar Terapung.

Aktivitas-di-Jembatan-Barito-Banjarmasin
Tempat wisata di Banjarmasin yang pertama adalah Jembatan Barito. Tempat wisata satu ini menjadi ikon dari kota Banjarmasin. Jembatan Barito memiliki panjang 1 KM dan menghubungkan sisi barat dan timur Sungai Barito. Untuk menikmati keindahan Jembatan Barito disarankan saat pagi atau sore hari karena pada waktu ini jembatan ini penuh dengan aktivitas para warga Banjarmasin. Anda akan disuguhkan pemandangan sungai dengan suasana penduduk lokal disekitarnya. Jika hari mulai malam, aktifitas di Jembatan Barito mulai berkurang dan terlihat sepi sehingga kurang menarik untuk dilihat.


Aktivitas-di-Pasar-Terapung-Kuin-Banjarmasin
Selain itu tempat wisata di Kota Banjarmasin yang lain yaitu Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lok Baintan. Pasar Terapung Kuin terletak di muara Sungai Kuin yang merupakan salah satu anak Sungai Barito. Para wisatawan dapat mencapai lokasi pasar dengan menyewa perahu kelotok yang banyak terdapat di pusat kota. Pasar tradisional yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri untuk merasakan berbagai aktivitas penduduk lokal Banjarmasin.
Sedangkan Pasar Lok Baintan setiap harinya dipadati penduduk untuk melakukan aktivitas jual beli. Pasar Lok Baintan lebih ramai jika dibandingkan dengan Pasar Terapung Kuin. Aktivitas di pasar ini berlangsung setiap harinya mulai pukul 05.00 sampai sekitar pukul 09.00 WITA. Di pasar ini anda akan menyaksikan aktivitas jual beli yang masih menggunakan sistem barter dengan barang yang ditawarkan sangat beragam, seperti buah, sayur, jajanan dan barang kebutuhan pokok lainnya.
Masjid-Raya-Sabilal-Muhtadin-Banjarmasin
Masjid-Raya-Sabilal-Muhtadin-Banjarmasin
Tempat wisata di Banjarmasin lainnya adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang merupakan salah satu masjid terbesar yang berada di Kota Banjarmasin serta terletak di pusat kota. Masjid ini dapat menampung kurang lebih 15.000 orang. Komplek masjid yang megah ini digunakan sebagai kantor MUI Provinsi Kalimantan Selatan dan namanya diambil dari salah satu ulama besar yang berasal dari Banjarmasin, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-banjari.
Objek-Wisata-Taman-Siring-Martapura
Objek-Wisata-Taman-Siring-Martapura
Di seberang Masjid Raya Sabilal Muhtadin terdapat Taman Siring Sungai Martapura. Taman yang terletak di pusat kota ini berbatasan langsung dengan Sungai Martapura. Di sepanjang taman ini dapat ditemukan berbagai aktivitas anak muda yang berkumpul dengan ditemani oleh para pedagang yang menual jajanan khas Kota Banjarmasin.
Tambang-Intan-Tradisional-Desa-Pumpung-Martapura
Tambang-Intan-Tradisional-Desa-Pumpung-Martapura
Dan tempat wisata di sekitar Banjarmasin terakhir yang harus anda kunjungi adalah Desa Pumpung. Desa ini merupakan salah satu lokasi penambangan intan yang sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional. Desa yang masuk di dalam wilayah Kabupaten Martapura ini dapat dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung proses penambangan intan secara tradisional.

Back To Top